Februari merupakan akhir musim dingin sekaligus pembuka datangnya musim semi. Namun di banyak wilayah Jepang, Februari justru menjadi bulan terdingin dalam setahun.
Beberapa daerah bahkan masih diselimuti salju putih yang turun perlahan, seolah musim dingin enggan beranjak pergi. Karena itulah, banyak festival di bulan Februari yang sangat erat kaitannya dengan salju.
Selain itu, sebagai pengantar musim semi, juga terdapat berbagai festival yang penuh energi dan keceriaan. Bulan ini dipenuhi dengan kontras yang unik.
Kali ini, kami akan memperkenalkan lima festival yang akan di gelar di Jepang pada bulan Februari. Berikut informasinya:
1. Kyoto – Yoshida Shrine Setsubun Festival

Setsubun adalah hari penanda pergantian musim dalam kalender lama Jepang. Dalam kehidupan modern, Setsubun biasanya merujuk pada hari sebelum awal musim semi (Risshun).
Festival Setsubun yang diselenggarakan di berbagai kuil dan jinja merupakan ritual untuk mengucapkan selamat tinggal pada musim dingin dan menyambut musim semi.
Yoshida Shrine Setsubun Festival sendiri telah berlangsung sejak zaman Muromachi dan terus dilestarikan hingga kini, menjadikannya festival tradisional bersejarah yang selalu menarik banyak pengunjung setiap tahun.
Berbeda dengan Setsubun pada umumnya yang menggunakan lemparan kacang untuk mengusir roh jahat, festival ini menampilkan tokoh pendeta kuno bernama Hōsōshi yang secara simbolis mengusir oni merah, biru, dan kuning dari area festival, menciptakan suasana yang sangat meriah.
Selama festival berlangsung, juga terdapat banyak kios makanan dan suvenir, sehingga para pengunjung dapat menikmati momen menyenangkan sambil menyambut datangnya musim semi.
- Nama: Yoshida Shrine Setsubun Festival
- Lokasi: Yoshida Shrine, Kyoto
- Tanggal: Setiap tahun 2–4 Februari
- Official Site
2. Hokkaido – Sapporo Snow Festival

Sapporo Snow Festival adalah perayaan musim dingin berskala besar yang diadakan di kota Sapporo. Festival ini dimulai pada tahun 1950 dan semakin dikenal dunia setelah Sapporo menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 1972. Kini, festival ini termasuk dalam “Tiga Festival Salju Terbesar di Dunia”.
Di tiga area utama festival, dengan Odori Park sebagai pusatnya, dipamerkan berbagai patung es dan salju yang merepresentasikan bangunan terkenal dunia, tokoh ternama, hingga karakter populer.
Seluruh kota Sapporo seakan berubah menjadi negeri salju. Pada malam hari, pencahayaan khusus membuat patung-patung tersebut tampil dengan suasana fantastis yang sangat berbeda dari siang hari.
Nuansa romantis dan keindahan pahatan es menjadikan festival ini pengalaman yang tak akan terlupakan saat kamu berada di Jepang pada bulan Februari.
- Nama: Sapporo Snow Festival
- Lokasi: Sapporo, Hokkaido
- Tanggal: Setiap tahun 4–11 Februari
- Official Site
Baca Juga:
Festival Jepang Bulan Januari 2026 yang Wajib Dikunjungi (Part 2)
3. Akita – Yokote Snow Festival

Yokote Snow Festival adalah festival tradisional yang diselenggarakan di Kota Yokote, Prefektur Akita. Festival ini terdiri dari dua acara utama, yaitu pembuatan kamakura (igloo salju) untuk memuja dewa air, serta ritual Bonten yang dipersembahkan di Asahigaoka Shrine.
Selama festival, sekitar 80 kamakura dibangun di seluruh kota Yokote. Wisatawan yang lewat diundang masuk ke dalam kamakura dan disuguhi amazake (minuman manis fermentasi) serta mochi panggang.
Di sisi lain kota, beberapa kelompok parade akan membawa Bonten—hiasan ritual yang mencolok—dan saling bersaing dalam suasana penuh semangat.
Karena perbedaan nuansanya, dua acara utama ini sering disebut sebagai “Kamakura yang Tenang” dan “Bonten yang Dinamis”. Selain itu, terdapat pula banyak kios makanan dan berbagai aktivitas bertema salju yang membuat festival ini sangat kaya akan hiburan.
- Nama: Yokote Snow Festival
- Lokasi: Kota Yokote, Prefektur Akita
- Tanggal:
- Kamakura: Jumat & Sabtu minggu kedua Februari
- Bonten: 16–17 Februari setiap tahun
- Official Site
4. Aomori – Hachinohe Enburi Festival

Hachinohe Enburi Festival adalah pertunjukan rakyat tradisional dari Prefektur Aomori yang konon telah ada sejak zaman Kamakura. Festival ini juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Jepang.
Enburi merupakan ritual untuk “membangunkan” dewa sawah yang tertidur selama musim dingin, dengan tujuan mendoakan hasil panen yang melimpah.
Para penari mengenakan topi tinggi berbentuk kepala kuda dan menari sambil menggerakkan kepala mereka, menirukan gerakan para petani saat mengolah tanah.
Pertunjukan ini sarat dengan energi dan memungkinkan pengunjung merasakan langsung pesona budaya Aomori.
- Nama: Hachinohe Enburi Festival
- Lokasi: Pusat Kota Hachinohe, Aomori
- Tanggal: Setiap tahun 17–20 Februari
- Official Site
5. Akita – Namahage Sedo Festival

Namahage Sedo Festival adalah festival tradisional yang diadakan di Shinzan Shrine, Kota Oga, Prefektur Akita.
Festival ini termasuk salah satu dari lima festival salju terbesar di wilayah Mutsu dan merupakan gabungan dari ritual kuno Sedo Festival yang telah berusia lebih dari 900 tahun dengan tradisi rakyat Namahage.
Tradisi Namahage sendiri menggambarkan para pemuda desa yang mengenakan kostum oni (iblis) dan berkeliling rumah pada malam tahun baru sambil berteriak, “Anak yang suka menangis di mana?” atau “Anak yang malas di mana?”, sebagai simbol untuk mengusir kemalasan.
Dalam festival ini, api unggun besar dinyalakan di area kuil, dan di sekitarnya para Namahage menampilkan tarian yang penuh kekuatan. Intensitas dan atmosfernya yang luar biasa membuat penonton benar-benar merasakan kuatnya tradisi Oga dan sering kali terpukau olehnya.
- Nama: Namahage Sedo Festival
- Lokasi: Shinzan Shrine, Kota Oga, Prefektur Akita
- Tanggal: Jumat–Minggu pada minggu kedua Februari setiap tahun
- Official Site
Itulah lima festival Jepang yang akan digelar pada bulan Februari. Catat tanggalnya dan jangan lupa berkunjung jika ada kesempatan ya, Japafans!




