Jika Anda berencana ke Jepang dalam waktu dekat, perlu berhati-hati! Setelah libur Golden Week pada bulan Mei, Jepang dilanda fenomena “flu misterius”. Banyak warga Jepang mengalami sakit tenggorokan hebat dan batuk terus-menerus tanpa demam, sementara hasil tes cepat COVID-19 dan influenza menunjukkan negatif.
Fenomena ini bermula dari wilayah Kyushu, khususnya Fukuoka, lalu menyebar ke Kansai hingga Hokkaido, dan menjadi perbincangan hangat di seluruh Jepang. Berikut rangkuman kejadian dan penjelasan para ahli.
Menyebar dari Kyushu ke Kansai: Warga Batuk Tanpa Henti
Sejak bulan Mei, banyak warga Jepang mengunggah di internet:
“Belakangan ini tenggorokan saya sakit terus, sebenarnya flu misterius yang mulai muncul di Mei ini apa?”
“Sejak setelah Golden Week saya batuk terus tanpa henti, ini virus baru ya?”
Mereka juga menyebutkan tidak mengalami demam dan hasil tes flu maupun COVID-19 negatif. Karena banyak kasus dilaporkan dari Fukuoka dan juga mulai muncul di Hokkaido, fenomena ini pun menjadi isu nasional di Jepang.
Baca Juga:
Layanan Konsultasi Medis Online 24 Jam di Jepang Langsung dari Kamar Hotel!
Apa Sebenarnya “Virus Misterius” Ini?
Menurut Yuji Tanaka, mantan direktur klinik penyakit dalam Minami 4-jo di Jepang, fenomena ini belum tentu disebabkan oleh virus.
Ia menjelaskan bahwa selama libur panjang bulan Mei terjadi gelombang kedua puncak serbuk sari pohon birch, ditambah paparan PM2.5 dan badai debu, sehingga udara dipenuhi zat yang dapat mengiritasi tenggorokan.
Namun, ada juga ahli lain yang berpendapat bahwa sebagian pasien dalam kasus “flu misterius” ini kemungkinan terinfeksi virus pneumonia interstisial manusia, yang menyebabkan gejala saluran pernapasan yang cukup berat.
Sementara itu, Asosiasi Dokter Prefektur Fukuoka dalam konferensi pers pada 20 Mei menyatakan bahwa besar kemungkinan gejala ini disebabkan oleh infeksi. Namun hingga kini, sampel pasien masih diteliti, dan penyebab pastinya diperkirakan baru akan diketahui pada musim panas.
Gejala “Flu Misterius”
Berdasarkan kasus yang ada, gejalanya meliputi:
- Sakit tenggorokan, bahkan terasa sangat nyeri
- Batuk akibat dahak
- Hidung berair dan tersumbat
- Rasa lelah ringan
- Demam ringan atau tanpa demam
- Hasil tes COVID-19 dan influenza negatif
Jika mengalami gejala saat di Jepang
Kalau Japafans sedang berwisata di Jepang dan mengalami gejala di atas, atau kondisi tubuh semakin memburuk, kamu dapat mencari rumah sakit terdekat melalui situs resmi pariwisata Jepang, lalu membawa paspor untuk berobat ke klinik atau rumah sakit.
Jika khawatir kendala bahasa, kamu juga bisa menggunakan layanan konsultasi medis online yang menyediakan layanan bahasa asing.
Untuk pencegahan, disarankan:
- Memakai masker
- Rutin mencuci tangan
- Menjaga ventilasi udara tetap baik
- Nikmati perjalanan, pulang tetap sehat
Setelah pandemi COVID-19, masyarakat semakin memperhatikan perkembangan penyakit baru. Saat menikmati perjalanan, jangan lupa tetap menjaga kesehatan agar bisa pulang dengan aman dan nyaman.



