Netflix Menayangkan Drama Jepang LOVED ONE!

Table of Contents

Drama Jepang musim semi 2026, “LOVED ONE”, menjadi drama serial Fuji TV pertama yang kembali dibintangi Dean Fujioka sebagai pemeran utama setelah sekitar 6 tahun setengah. Ia memerankan seorang ahli forensik jenius yang baru kembali dari Amerika Serikat dengan kepribadian yang unik.

Sementara itu, Kumi Takiuchi berperan sebagai birokrat elite yang tengah menghadapi berbagai kesulitan. Ini menjadi proyek pertama keduanya bekerja sama.

Mengangkat tema ilmu kedokteran forensik, drama ini mengisahkan penyelidikan terhadap berbagai kematian dengan penyebab yang tidak diketahui. Melalui jejak-jejak yang ditinggalkan para korban, kebenaran yang selama ini tersembunyi perlahan terungkap, sekaligus menjadi bukti bahwa mereka pernah benar-benar hidup.

Sinopsis LOVED ONE

Masumi Mizusawa (Dean Fujioka) adalah seorang Medical Examiner yang telah berkarier selama 15 tahun di Amerika Serikat. Berbeda dengan ahli forensik pada umumnya, ia tidak hanya bekerja di ruang autopsi, tetapi juga turun langsung ke lokasi kejadian untuk menentukan penyebab kematian dengan pengamatannya sendiri.

Meski memiliki pembawaan yang lembut, Masumi sama sekali tidak bisa mengabaikan sekecil apa pun kejanggalan yang ditemuinya. Sifatnya itu kerap membuat orang-orang di sekitarnya merasa kesulitan.

Demi menyambut kepulangannya, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang membentuk tim forensik baru bernama Medical Examiner Japan (MEJ). Seorang birokrat bernama Maho Kiryu (Kumi Takiuchi) ditunjuk sebagai kepala pusat MEJ. Namun, ia hampir tidak memiliki pengalaman baik di bidang forensik maupun penyelidikan kasus.

Merasa penempatan tersebut tidak sesuai harapan, Maho pun mengeluh kepada pasangan yang tinggal serumah dengannya sekaligus juniornya, Takumi Shinozuka (Takumi Kusakawa). Sejak awal ia bercita-cita menjadi birokrat demi membangun sistem yang membuat semua orang dapat hidup dengan senyuman. Namun, mutasi kali ini justru terasa seperti bentuk penurunan jabatan.

Sehari sebelum MEJ resmi beroperasi, Maho yang tengah sibuk mempersiapkan berbagai hal bertemu dengan Masumi yang baru pulang dari Amerika. Pertemuan pertama mereka berlangsung canggung karena keduanya sama sekali tidak sefrekuensi.

Keesokan paginya, saat Masumi masih beristirahat di ruang staf, sebuah laporan darurat masuk. Bersama Maho, ia segera menuju sebuah kolam sedalam hanya 40 sentimeter, tempat seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun ditemukan meninggal dunia.

Detektif Honoka Dojima (Sayaka Yamaguchi) meyakini kasus tersebut adalah pembunuhan sehingga bersikap dingin terhadap tim MEJ. Namun Masumi tidak memedulikannya dan langsung memusatkan perhatian pada kondisi lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, MEJ melaksanakan autopsi pertamanya. Setelah pertama kali mengunjungi TKP, Maho kini juga harus memasuki ruang autopsi untuk pertama kalinya. Ia bahkan tidak sanggup menyaksikan proses autopsi secara langsung.

Di sisi lain, Masumi melakukan autopsi tanpa sedikit pun keraguan. Kemampuan profesionalnya yang luar biasa membuat para ahli forensik Masato Honda (Yusei Yagi), Rensuke Takamori (Keito Tsuna), Suzune Matsubara (Seira Anzai), serta teknisi laboratorium Yukiko Yoshimoto (Asuka Kawatoko) terpukau.

Hasil autopsi menyatakan penyebab kematian korban adalah tenggelam. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda korban kehilangan kesadaran maupun bekas perlawanan.

Lalu mengapa remaja itu bisa meninggal di kolam dengan kedalaman hanya 40 sentimeter? Apakah ini kecelakaan? Pembunuhan? Atau ada fakta lain yang tersembunyi?

Kebenaran yang diungkap oleh “jejak-jejak yang tertinggal” beserta berbagai emosi manusia yang menyertainya menjadi awal dari perjalanan Masumi, Maho, dan tim MEJ dalam menghadapi berbagai kasus misterius.

Baca Juga:

Drama Jepang “ERROR”, Persahabatan Terlarang yang Dibintangi Mei Hata dan Mirai Shida

Dean Fujioka dan Kumi Takiuchi Pertama Kali Dipasangkan

Dean Fujioka memerankan tokoh utama Masumi Mizusawa, seorang ahli forensik jenius yang pernah menangani banyak kasus sebagai Medical Examiner di Amerika Serikat.

Meski merupakan sosok elite di bidangnya, penampilannya justru sederhana dengan rambut acak-acakan dan gaya berpakaian yang apa adanya, sehingga memberi kesan sulit ditebak.

Masumi memperlakukan semua orang dengan setara dan selalu bersikap tenang. Namun, ia tidak pernah goyah pada keyakinannya. Sedikit saja menemukan kejanggalan, ia akan terus menyelidikinya hingga memperoleh jawaban.

Menurut Dean Fujioka, meskipun drama ini memiliki nuansa misteri yang kuat, inti cerita sebenarnya terletak pada bagaimana ilmu forensik mengungkap kembali “jejak kehidupan” seseorang.

Melalui setiap penyelidikan, penonton akan melihat bagaimana keseharian, hubungan, dan kenangan yang pernah dimiliki seseorang perlahan disusun kembali layaknya membuka halaman demi halaman sebuah buku harian. Setiap halaman menghadirkan kisah yang berbeda.

Karena itu, LOVED ONE bukan sekadar drama tentang kehidupan dan kematian, tetapi juga kisah mengenai bagaimana setiap manusia pernah dicintai oleh seseorang sekaligus pernah mencintai orang lain.

Sementara itu, Kumi Takiuchi memerankan Maho Kiryu, kepala pusat MEJ yang berasal dari keluarga orang tua tunggal. Sejak kecil ia banyak merasakan manfaat dari sistem kesejahteraan negara, sehingga bercita-cita menjadi birokrat untuk membangun sistem yang memungkinkan semua orang hidup dengan bahagia.

Namun kenyataan tidak berjalan sesuai harapan. Ia gagal meraih prestasi yang diimpikan dan kalah dalam persaingan promosi jabatan. Di tengah keterpurukan itulah, ia justru ditunjuk memimpin organisasi baru yang belum pernah ada sebelumnya, MEJ, sekaligus bertemu dengan Masumi yang eksentrik.

Menurut Kumi Takiuchi, Maho adalah perempuan yang penuh semangat, jujur, meski terkadang canggung. Ia harus memasuki dunia yang benar-benar asing tanpa persiapan apa pun. Dalam proses bekerja bersama para profesional, ia berulang kali mengalami kegagalan dan terpukul oleh kenyataan, tetapi terus berusaha berkembang.

Melalui penyelidikan demi penyelidikan bersama rekan-rekannya, Maho perlahan belajar menghadapi kenyataan bahwa tidak semua hal dapat diselesaikan hanya melalui sebuah sistem.

Baca Juga:

Menyisakan Secercah Harapan bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Perpisahan adalah sesuatu yang bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja. Yang tersisa sering kali hanyalah perasaan dan kata-kata yang tak sempat diungkapkan.

Mengambil latar dunia ilmu forensik, LOVED ONE menghadirkan suasana yang tampak dingin dan penuh logika. Namun di balik setiap penyelidikan, kisah ini perlahan menyusun kembali jejak kehidupan orang-orang yang pernah dicintai dan benar-benar pernah hidup.

Di luar misteri dan proses mengungkap kasus, drama ini dengan lembut menggambarkan bagaimana manusia menghadapi kehilangan. Melalui sudut pandang seorang ahli forensik, penonton diajak menyadari bahwa meski kehidupan telah berakhir, perasaan yang ditinggalkan tetap memiliki makna yang mendalam, sekaligus mengajak kita kembali merenungkan arti dari sebuah kehidupan.

Share Postingan Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest