MILK POT, Bangunan Unik Berbentuk Teko Susu di Yamanashi

Table of Contents

Saat berkunjung ke Stasiun Kiyosato di Kota Hokuto, Prefektur Yamanashi, terdapat sebuah bangunan mencolok yang menarik perhatian, yaitu MILK POT.

Seluruh bangunan ini berbentuk teko susu dengan desain yang menggemaskan. Bentuknya yang unik membuat siapa pun yang melihatnya penasaran dan ingin mengetahui apa yang ada di dalamnya.

MILK POT, Toko Menggemaskan Berbentuk Teko Susu

Bangunan berbentuk teko susu ini sebenarnya merupakan salah satu landmark terkenal di kawasan Kiyosato. Dibangun pada 1980-an, bangunan tersebut awalnya merupakan toko oleh-oleh bernama MILK POT.

Namun, bangunan yang terlihat saat ini merupakan hasil renovasi pada 2023, termasuk pengecatan ulang bagian luar setelah sekian lama. Setelah bertahun-tahun tutup, MILK POT akhirnya kembali beroperasi sebagai kafe yang sekaligus menjual berbagai barang unik dan suvenir.

Lantas, mengapa MILK POT disebut kembali beroperasi setelah sekian lama? Mengapa bangunan ini direnovasi? Untuk memahaminya, kita perlu melihat kembali masa kejayaan dan kemunduran Kiyosato sebagai destinasi wisata.

Terletak di dataran tinggi, Kiyosato dikenal sebagai tempat yang cocok untuk melepas penat dari cuaca panas saat musim panas. Pada 1980-an hingga 1990-an, berbagai bangunan bergaya Eropa dengan desain yang unik dan menggemaskan bermunculan di sekitar Stasiun Kiyosato. Suasananya membuat kawasan ini terasa seperti kota dalam negeri dongeng.

Saat itu, Kiyosato menjadi destinasi populer di kalangan anak muda sekaligus tempat favorit untuk berkencan. Ketika popularitasnya mencapai puncak, kawasan ini bahkan dijuluki sebagai “Harajuku-nya Dataran Tinggi” karena ramainya pengunjung dan tren wisata yang berkembang di sana.

Sayangnya, masa kejayaan tersebut tidak berlangsung selamanya. Setelah gelembung ekonomi Jepang pecah, jumlah wisatawan yang berkunjung mulai menurun. Banyak toko setempat terpaksa tutup hingga kawasan yang dulunya ramai berubah menjadi tempat yang sepi. Bahkan, Kiyosato sempat dijuluki sebagai “reruntuhan negeri dongeng”.

Setelah bertahun-tahun berada dalam kesunyian, pemilik MILK POT memutuskan untuk merenovasi tokonya yang ada di Yamanashi ini pada Juli 2023. Bentuk bangunan berupa teko susu tetap dipertahankan, sementara dinding luar yang telah memudar akibat paparan sinar matahari dan angin dicat ulang. Hasilnya, bangunan ikonis yang pernah menjadi bagian dari masa kejayaan Kiyosato kembali menarik perhatian publik.

Bagian dalamnya juga ditata ulang menjadi kafe yang tetap mempertahankan fungsi awalnya sebagai toko oleh-oleh. Selain menikmati makanan dan minuman, pengunjung dapat membeli berbagai suvenir serta barang-barang unik dengan nuansa retro.

Informasi MILK POT

  • Nama tempat: MILK POT
  • Alamat: 3545-473 Kiyosato, Takane-cho, Kota Hokuto, Prefektur Yamanashi
  • Akses: Naik kereta JR Koumi Line menuju Stasiun Kiyosato, kemudian berjalan kaki sekitar 5 menit.
  • Jam operasional: Dibagi menjadi jadwal musim panas dan musim dingin.
  • Musim panas (April–Oktober): Pukul 09.00–17.00, tutup setiap Rabu dan Kamis.
  • Musim dingin (November–Maret): Pukul 10.00–17.00, tutup setiap Selasa, Rabu, dan Kamis.

Baca Juga:

Komaba Todaimae, Kawasan Tenang di Tokyo Hanya 3 Menit dari Shibuya!

Menikmati Es Krim Lezat di Bangunan Berbentuk Teko Susu

Setelah direnovasi dan kembali dibuka, MILK POT menawarkan es krim soft serve serta berbagai minuman, seperti susu dan kopi. Tersedia pula area untuk menikmati hidangan di dalam bangunan unik berbentuk teko susu ini, sehingga pengunjung dapat duduk santai sambil beristirahat.

Banyak pengunjung datang untuk mencicipi es krim soft serve dengan rasa susu khas Kiyosato. Selain rasa susu yang klasik, tersedia juga varian rasa anggur muscat Shine Muscat dan rasa campuran susu dengan Shine Muscat.

Bagi pencinta es krim, tersedia pula es krim CREMIA yang terkenal dengan teksturnya yang lembut dan cita rasanya yang kaya.
Berbagai Barang Unik dengan Nuansa Retro Era Showa
Meski kini beroperasi sebagai kafe, pemilik MILK POT tetap menjual sejumlah produk yang dahulu ditawarkan ketika tempat ini masih menjadi toko oleh-oleh.

Produk-produk tersebut berasal dari stok yang tersisa setelah toko lama tutup. Karena jumlahnya terbatas, barang-barang ini tidak akan diproduksi atau dijual kembali setelah seluruh stok habis.

Desain produknya masih mempertahankan gaya khas era ketika Kiyosato berada di puncak popularitasnya. Jika dilihat saat ini, berbagai barang tersebut menghadirkan nuansa retro yang kental dengan suasana era Showa.

Tidak sedikit pengunjung yang sengaja datang untuk mengoleksi barang-barang unik tersebut sebelum semuanya habis terjual dan tidak tersedia lagi.

Mampukah Kota Dongeng yang Pernah Jaya Ini Kembali Bangkit?

Sejak MILK POT direnovasi dan kembali beroperasi, pengunjung baru mulai berdatangan untuk melihat langsung bangunan berbentuk teko susu yang ikonis. Ada pula wisatawan yang pernah mengunjungi Kiyosato pada masa kejayaannya dan kembali datang untuk mengenang masa lalu.

Kehadiran MILK POT memang membantu menarik perhatian wisatawan ke kawasan tersebut, meskipun jumlah pengunjungnya belum menyamai masa kejayaannya dahulu.

Mengembalikan keramaian Kiyosato dalam waktu singkat tentu bukan perkara mudah. Meski demikian, berbagai upaya terus dilakukan untuk menghidupkan kembali kawasan ini, termasuk mencari penyewa bagi toko-toko yang sudah lama kosong.

Harapannya, Kiyosato dapat kembali berkembang sebagai destinasi wisata dan menghidupkan lagi pesona kota dongeng yang pernah begitu populer di kalangan wisatawan.

Share Postingan Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest