Lemari pakaian musim gugur dan dingin mungkin belum berganti, tetapi persaingan tas branded terbaru sudah dimulai. Koleksi tas branded musim gugur dan dingin 2026 tidak lagi hanya mengandalkan logo untuk mencuri perhatian. Kali ini, fokusnya justru terletak pada garis desain tas dan karakter material kulitnya.
Berikut empat tas branded yang tengah ramai dibicarakan pada musim gugur dan dingin 2026. Bagi pencinta gaya berpakaian ala Jepang yang mengutamakan kualitas dan detail, tas-tas ini bisa langsung meningkatkan kesan modis pada penampilan musim gugur dan dingin.
CELINE Flair: Tas Dokter yang Lebih Modis dengan Detail Pengunci Unik
Di tangan CELINE, siluet klasik tas dokter langsung tampil dengan sentuhan mode yang lebih modern. Tas Flair terbaru untuk koleksi musim dingin 2026 ini mengambil inspirasi dari tas dokter tradisional.
Bagian atasnya memiliki bentuk yang tegas dan ringkas, dilengkapi penutup yang membentang di seluruh badan tas untuk membentuk struktur yang presisi.
Sementara itu, bagian bawahnya melebar secara bertahap ke kedua sisi, memberikan kesan jatuh yang alami dan dinamis. Hasilnya, tas ini berada di antara gaya formal dan santai.
Daya tarik yang patut diperhatikan terletak pada detail perangkat kerasnya. Logo Triomphe klasik dibuat dalam proporsi yang lebih kecil dan dipadukan dengan mekanisme pengunci putar Shadow yang baru.
Saat tas ditutup, dua bagian perangkat keras berwarna emas menyatu membentuk logo Triomphe yang utuh. Ketika diputar untuk membuka tas, kedua bagian tersebut bergeser sehingga menampilkan bentuk logo yang berbeda.
Bahkan, membuka tas pun terasa seperti menjalankan ritual kecil. Logo tidak perlu dibuat besar untuk mencuri perhatian karena detail yang halus justru memberikan kesan mewah. Dipadukan dengan mantel musim gugur dan dingin atau setelan jas, tas ini terlihat semakin elegan.
Bottega Veneta Corso: Tas Anyaman dengan Sentuhan Arsitektural
Corso terbaru yang dirancang oleh direktur kreatif Louise Trotter menjadi contoh bahwa kapasitas besar dan desain menarik tidak harus saling mengorbankan.
Desainnya meneruskan eksplorasi koleksi musim gugur/dingin 2026 terhadap hubungan antara struktur dan kelembutan. Siluet tote bag dengan lipatan halus menjadi bentuk utama, sementara bagian depannya dihiasi panel besar dari kulit Nappa dengan teknik anyaman Intrecciato khas Bottega Veneta.
Kedua sisinya menggunakan kulit dengan permukaan halus. Perpaduan material tersebut memberikan dimensi yang lebih kaya pada desain tas yang minimalis.
Menariknya, pegangan tas menyatu secara alami dengan lapisan suede di bagian dalam dan badan tas, sehingga tampilannya nyaris tanpa garis tambahan yang mengganggu.
Saat disampirkan di bahu, tas ini juga mengikuti bentuk tubuh dengan nyaman. Kapasitasnya luas, tetapi tidak memberikan kesan berat seperti tote bag berukuran besar pada umumnya.
Tas ini mudah dipadukan dengan setelan jas berpotongan longgar, mantel panjang, maupun pakaian rajut minimalis ala Jepang. Cocok untuk membawa perlengkapan kerja sehari-hari, tetapi tetap terlihat santai saat digunakan pada akhir pekan.
Baca:
5 Rekomendasi Tas Mewah Berukuran Besar dari Prada, Miu Miu hingga Polo
LOEWE Whisker: Tas Kumis dengan Bentuk Unik
Whisker, tas rancangan direktur kreatif LOEWE, Jack McCollough dan Lazaro Hernandez, memiliki nama yang mudah diingat. Desainnya terinspirasi dari bentuk organisme di alam.
Kulit mengilap yang lembut membentuk badan tas dengan efek jatuh alami, lalu dipadukan dengan pegangan yang lebih terstruktur untuk menciptakan kontras. Ujung ritsleting yang memanjang menyerupai ekor kecil, memberikan sentuhan unik dan playful pada keseluruhan desain.
Keunggulan lainnya terletak pada bentuk tas yang dirancang khusus agar siluet lipatannya tetap terlihat khas, baik ketika tas terisi penuh, kosong, dibawa dengan tangan, maupun diletakkan.
Kompartemen utama dengan ritsleting dan kantong pipih tersembunyi di bagian dalam membantu menjaga barang bawaan tetap tertata.
Berkat struktur penghubung pada pegangannya, tas ini dapat digunakan dengan tiga cara, yaitu dijinjing, disampirkan di bahu, atau dikenakan menyilang. Perpaduan desain unik dan fungsi praktis membuatnya semakin menarik untuk penggunaan sehari-hari.
BALENCIAGA HOURGLASS AVENUE: Evolusi Tas Hourglass dengan Siluet Terinspirasi Busana Haute Couture
BALENCIAGA membawa desain HOURGLASS yang ikonis ke tahap berikutnya. HOURGLASS AVENUE diperkenalkan dalam koleksi ClairObscur musim dingin 2026.
Dirancang ulang oleh Pierpaolo Piccioli, tas ini menginterpretasikan kembali model tas tangan klasik dengan mengambil inspirasi dari siluet Basque Waist khas rumah mode tersebut.
Bagian bawah tas yang melengkung mengingatkan pada garis pinggang korset dalam rancangan haute couture era awal, sehingga menghasilkan bentuk pahatan yang menyerupai lekuk busana.
Material yang digunakan adalah kulit Box Calf dengan interpretasi baru. Teksturnya tetap lembut, tetapi mampu mempertahankan bentuk tas, sementara kilau alaminya menonjolkan tekstur dan lipatan kulit.
Pegangan kedua yang tersembunyi serta tali selempang yang dapat dilepas menambah kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari. Varian berukuran besar juga dilengkapi kantong dalam beritsleting dan kantong luar di bagian belakang.
Bagi yang ingin menonjolkan kesan modis, tersedia pula versi East-West dengan bentuk lebih panjang dan ramping yang menggunakan tali rantai logam.
Dari siluet Hourglass klasik hingga proporsi horizontal yang memanjang, BALENCIAGA kembali mengeksplorasi lekuk khasnya melalui desain yang lebih modern.



