6 Rekomendasi Drama Jepang Berlatar Hokkaido

Table of Contents

Ketika berbicara tentang drama Jepang yang berlatar di Hokkaido, yang paling klasik tentu adalah karya penulis naskah senior So Kuramoto, yaitu “Furano Trilogy” ── From the Northern Country (北の国から), Gentle Time (優しい時間), dan The Garden of Wind (風のガーデン).

Pemandangan indah yang muncul dalam drama serta budaya khas wilayah utara membuat orang merasa terpesona dan merindukan Hokkaido.

Selain karya So Kuramoto yang layak direkomendasikan, kami juga merekomendasikan enam drama Jepang bertema Hokkaido. Mari bersama-sama menikmati potret kehidupan yang diselimuti salju putih!

1. The Royal Family

    The Royal Family (ザ・ロイヤルファミリー) mengangkat kisah tentang padang peternakan luas dan industri pacuan kuda, menggambarkan perjalanan perjuangan manusia dan kuda selama dua puluh tahun.

    Kolaborasi Satoshi Tsumabuki, Koichi Sato, dan Ren Meguro membuat konflik serta ikatan antar generasi terasa lebih mendalam.

    Drama ini tidak hanya menampilkan adegan pacuan kuda yang penuh kecepatan dan ketegangan, tetapi juga dengan halus menangkap kerja keras dan ketekunan di balik pembinaan kuda-kuda unggul.

    Pemandangan alam Hokkaido yang luas menjadi latar penting bagi para karakter dalam mengejar impian mereka. Hamparan padang rumput dan langit yang terbuka melambangkan beratnya mimpi sekaligus kesepian.

    Sutradara menggunakan bahasa visual yang penuh tensi, membuat penonton seolah berdiri di tepi lintasan balap, merasakan hembusan angin dan detak jantung.

    Setiap karakter melangkah dengan keyakinannya masing-masing, saling bersinggungan di dunia pacuan kuda, menghadirkan kedalaman warisan keluarga sekaligus refleksi tentang nilai kehidupan, menjadikannya sebuah karya yang kuat secara emosi dan skala.

    2. Beyond Goodbye

      Beyond Goodbye (さよならのつづき) menceritakan kisah di pegunungan bersalju Hokkaido, di mana Nakamachi Yusuke (diperankan oleh Ikuta Toma) menyiapkan kejutan lamaran besar untuk kekasihnya, Sugawara Saeko (diperankan oleh Kasumi Arimura).

      Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi tragedi ketika bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan Yusuke meninggal di tempat. Saeko yang selamat harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan orang yang paling dicintainya.

      Jantung Yusuke kemudian didonorkan kepada Naruse Kazumasa (diperankan oleh Kentaro Sakaguchi). Kazumasa yang sebelumnya tidak minum kopi mulai menyukai kopi, dan minat serta kepribadiannya pun berubah.

      Dalam sebuah pertemuan tak terduga akibat keterlambatan kereta, Kazumasa dan Saeko bertemu. Ingatan yang tersimpan dalam tubuh Kazumasa perlahan bangkit, sementara Saeko melihat bayangan Yusuke dalam dirinya.

      Daya tarik terbesar drama ini adalah lokasi syuting di Hokkaido dan Selandia Baru (adegan Hawaii dalam cerita sebenarnya difilmkan di Selandia Baru), dengan banyak pengambilan gambar udara yang menampilkan keindahan alam secara megah.

      3. First Love

        First Love berlatar di Sapporo, Hokkaido, menghubungkan dua garis waktu: masa sekolah dan kehidupan dewasa. Drama ini terinspirasi dari lagu hits Hikaru Utada, dengan alur yang lembut namun penuh lapisan emosi.

        Hikari Mitsushima berperan sebagai sopir taksi, sementara Takeru Satoh sebagai petugas keamanan, yang kembali dipertemukan oleh takdir. Jalanan Sapporo, malam bersalju, dan cahaya pagi membentuk lukisan cinta yang sunyi namun menyentuh.

        Keindahan alam dan lanskap kota Hokkaido digambarkan dengan puitis. Salju putih dan malam mencerminkan kekosongan serta harapan dalam hati para karakter.

        Selain hubungan antar kekasih, drama ini juga secara halus menggambarkan relasi keluarga, membuat cerita tidak hanya berhenti pada getaran cinta pertama, tetapi juga berkembang ke tema pertumbuhan dan kehilangan.

        Dengan skala produksi layaknya film, pemandangan Hokkaido dan emosi karakter menyatu menjadi karya epik, menjadikannya salah satu representasi terbaik dalam genre romansa murni dalam beberapa tahun terakhir.

        Baca Juga:

        5 Drama Jepang Bertema Dunia Kerja yang Bikin Kamu Termotivasi!

        4. PICU: Pediatric Intensive Care Unit

          PICU: Pediatric Intensive Care Unit, berlatar di Hokkaido dan menggambarkan perjuangan tim medis pediatri dalam menangani pasien kritis.

          Ryo Yoshizawa berperan sebagai dokter muda yang bersama rekan-rekannya berusaha membangun sistem unit perawatan intensif khusus anak, serta memanfaatkan helikopter medis untuk mempercepat waktu penyelamatan.

          Kondisi alam yang keras membuat setiap misi menjadi semakin mendesak, sekaligus menyoroti tantangan di dunia medis.

          Luasnya wilayah Hokkaido dan iklimnya yang dingin kontras dengan kehangatan perlindungan di dalam ruang perawatan.

          Alur cerita tidak mengandalkan dramatisasi berlebihan, melainkan menggambarkan interaksi antara dokter dan pasien anak secara sederhana namun menyentuh.

          Dari kekurangan tenaga medis hingga perlahan mendapatkan kepercayaan, pertumbuhan tim mencerminkan kematangan sistem sekaligus menunjukkan penghormatan terhadap kehidupan.

          Pemandangan Hokkaido di sini bukan sekadar latar, tetapi juga pengingat akan kerasnya alam dan hangatnya hati manusia.

          5. Unhandy Handyman

          Unhandy Handyman (不便な便利屋) adalah drama komedi yang berlatar di alam Hokkaido yang luas. Masaki Okada berperan sebagai penulis skenario muda penuh imajinasi, Jun Takeyama, yang menuangkan seluruh usahanya dalam menulis naskah, namun adegannya diubah sepihak oleh sutradara.

          Setelah bertengkar dengan sang sutradara, ia memutuskan meninggalkan Tokyo. Ia berniat menuju Furano, tetapi badai salju membuat bus yang ditumpanginya terhenti. Namun saat singgah di sebuah kedai kecil di perjalanan, ia terlibat dalam sebuah kesalahpahaman hingga kehilangan dompet dan ponselnya.

          Dalam keadaan buntu, Takeyama terpaksa tinggal sementara di sebuah jasa serba ada di kota kecil tanpa nama. Ia kemudian berinteraksi dengan pemilik yang sangat suka ikut campur, Matsui (diperankan oleh Kosuke Suzuki), serta Umemoto (diperankan oleh Kenichi Endo) yang sudah tiga kali bercerai, menghadirkan berbagai momen yang menarik.

          Takeyama yang merasa bingung akan masa depannya, terjebak di desa bersalju dengan suhu minus sepuluh derajat, dan dipermainkan oleh penduduk yang berkepribadian kuat.

          Meski berusaha keras untuk melarikan diri dari kota aneh ini, ia perlahan mulai memiliki keterikatan, sementara di hadapannya terus terjadi kejadian-kejadian absurd yang melampaui nalar.

          Baca Juga:

          6. Stay Tuned!

          Stay Tuned! atau Channel wa Sonomama! (チャンネルはそのまま!) berlatar di sebuah stasiun televisi lokal di Hokkaido. Drama Jepang ini menggambarkan kehidupan kerja seorang reporter pemula, Yukimaru Hanako (diperankan oleh Yoshine Kyoko), yang diterima melalui “jalur khusus orang bodoh” dan tanpa sengaja terjun ke dunia jurnalistik.

          Pada hari pertamanya di divisi berita, ia langsung dikirim untuk siaran langsung di tengah hujan deras akibat situasi mendadak. Meski penampilannya kacau, siarannya justru meraih rating tinggi dan membuatnya menjadi bahan pembicaraan di stasiun televisi.

          Karya ini menyajikan kehidupan kerja dalam balutan komedi ringan, sekaligus menggambarkan secara detail usaha para staf di balik layar seperti divisi perencanaan, teknis, dan penjualan, sehingga menghadirkan gambaran realistis tentang operasional stasiun TV lokal di Hokkaido.

          Drama ini juga mengambil lokasi langsung di stasiun televisi Hokkaido, memadukan suasana kota utara dengan kesibukan dunia berita.

          Melalui sifat ceroboh namun penuh semangat dari Yukimaru Hanako, drama Jepang ini mampu menampilkan keseharian perjuangan media lokal.

          Dari keenam drama Jepang berlatar Hokkaido di atas, mana kah yang paling ingin kamu tonton, Japafans?

          Share Postingan Ini!

          Facebook
          Twitter
          LinkedIn
          Pinterest