Mengasuh anak itu tidak mudah. Melalui artikel ini, kami akan merekomendasikan lima drama Jepang bertema keluarga yang menyemangati semua orang tua di dunia.
Keseharian dalam mengasuh anak selalu berada di antara kelelahan dan senyuman—setiap langkah terasa nyata sekaligus penuh perjuangan.
Daya tarik paling menyentuh dari drama Jepang adalah kemampuannya mengangkat hal-hal kecil yang sering terabaikan menjadi sebuah cerita.
Berikut ini lima drama Jepang yang menggambarkan berbagai bentuk keluarga, menampilkan pahit manisnya membesarkan anak, sekaligus memberikan apresiasi bagi para orang tua hebat.
1. Mirai’s Future Son
Mirai’s Future Son(未来のムスコ)mengisahkan Shikawa Mirai (diperankan oleh Shida Mirai), seorang wanita 28 tahun yang belum memiliki pekerjaan tetap dan terus tersandung dalam mengejar mimpinya.
Suatu malam, tiba-tiba muncul seorang anak laki-laki bernama Sota (diperankan oleh Amano Yu) di kamarnya yang mengaku sebagai anaknya dari masa depan tahun 2036.
Meski sulit dipercaya, Mirai tidak bisa begitu saja meninggalkan Sota yang masih kecil, dan pun memulai kehidupan tinggal bersama yang penuh keajaiban.
Sota datang untuk memperbaiki hubungan orang tuanya dengan tujuan menemukan suami Mirai di masa depan, “MA-sensei”.
Sambil merawat anak, Mirai juga menghadapi ketidakpastian dalam dirinya. Ia belajar mengatur hidup di tengah ketidakjelasan, dan menemukan kembali keberanian melalui kepercayaan anak tersebut.
Kesulitan dalam mengasuh anak adalah tetap memberi kepastian saat tidak ada jawaban; sementara manisnya terletak pada ketergantungan tulus dari sang anak. Pertemuan hangat ini membuat keduanya perlahan tumbuh bersama.
2. Fake Mommy
Fake Mommy(フェイクマミー)menggambarkan seorang wanita karier elit yang mengalami kemunduran, lalu bekerja sama dengan seorang ibu tunggal pengusaha demi kebutuhan wawancara masuk sekolah, dan memulai hubungan “berpura-pura menjadi ibu” yang penuh dilema.
Naskahnya mencoba menyentuh berbagai isu sosial di Jepang: batasan kelas dalam sekolah swasta, tekanan hidup ibu tunggal, tarik-menarik antara karier dan keluarga bagi perempuan, serta ketidaksetaraan akibat idealisasi berlebihan terhadap peran “ibu”.
Hal paling hangat dari drama ini adalah bagaimana ketiganya perlahan membentuk keluarga tanpa ikatan darah. Mereka makan bersama, berbagi keseharian, dan menumbuhkan hubungan emosional yang nyata.
Pada dasarnya, menjadi ibu maupun menjadi dewasa tidak memiliki jawaban yang pasti. Yang penting adalah belajar dari kesalahan dan menemukan rekan yang bisa saling mendukung dalam perjalanan membesarkan anak.
Baca Juga;
5 Rekomendasi Drama Jepang Bertema Dessert yang Menggugah Selera
3. Who Does Housework Anymore?
Drama Jepang, “Who Does Housework Anymore?”(対岸の家事~これが、私の生きる道!~)berfokus pada pengasuhan anak dan pekerjaan rumah tangga, serta menyoroti “pekerjaan tanpa tepuk tangan”.
Tokoh utama yang memilih menjadi ibu rumah tangga penuh waktu harus menghadapi pandangan sosial dan keraguan diri.
Perempuan karier yang kesepian, ayah yang mengambil cuti mengasuh anak, hingga mereka yang lama mengurus rumah tangga—semuanya memiliki momen tidak dipahami.
Berbagai bentuk keluarga saling beririsan dan saling menerangi. Penulis tidak memberikan jawaban pasti, melainkan menghadirkan rasa “diterima” melalui potongan kehidupan sehari-hari.
Hal-hal yang tampak seperti “urusan rumah tangga orang lain” sebenarnya bisa menjadi pengalaman kita sendiri. Terutama dalam mengasuh anak, waktu terasa terpecah menjadi bagian kecil, bahkan diri sendiri pun seperti terfragmentasi tanpa ruang untuk bernapas.
Oleh karena itu, penting untuk berani meminta bantuan dan tidak menanggung semuanya sendirian. Baik yang sedang bergulat dengan pengasuhan maupun pekerjaan rumah, semua bisa menemukan jalan keluar melalui karya ini.
4. #Bemyfamily
#Bemyfamily(#家族募集します)mengisahkan dua pria dan dua wanita dengan kepribadian serta nilai yang berbeda, bersama tiga anak, yang tinggal di satu rumah dan saling membantu saat menghadapi kesulitan, menghadirkan drama keluarga gaya baru.
Setiap episodenya menyentuh hati hingga membuat penonton meneteskan air mata. Sekelompok orang asing tanpa hubungan darah ini perlahan saling mendukung dan menjadi keluarga.
Bahkan hanya dengan menonton episode pertama saja sudah bisa membuat haru. Chemistry para aktor sangat kuat!
Apa sebenarnya arti “keluarga”? Dari orang asing tanpa hubungan darah hingga menjadi teman serumah di share house, mereka membangun hubungan yang tak terpisahkan—berbagi okonomiyaki, tawa, dan air mata.
Ikatan yang terbangun begitu dalam, menjadikan drama ini sangat menghangatkan hati. Bagi penonton yang menyukai kisah keluarga, drama ini pasti sulit untuk berhenti ditonton.
5. Stepmom and Daughter Blues
Stepmomand Daughter Blues(義母と娘のブルース)mengisahkan Iwaki Akiko (diperankan oleh Haruka Ayase), seorang wanita karier sukses yang telah menjadi manajer di usia muda.
Namun, ia tiba-tiba dilamar oleh Ryoichi Miyamoto (diperankan olehYutaka Takenouchi), seorang ayah tunggal dengan anak perempuan berusia delapan tahun.
Akiko pun memutuskan menjadi ibu tiri bagi Miyuki (diperankan oleh Naho Yokomizo dan Moka Kamishiraishi) yang membuat hidupnya berubah drastis.
Pesan utama drama ini adalah cinta antara ibu dan anak yang melampaui hubungan darah. Menjadi ibu tiri adalah posisi yang tidak mudah—selalu terasa tidak bisa menggantikan ibu kandung.
Untuk membuka hati anak dan diterima sepenuhnya membutuhkan usaha besar. Dedikasi Akiko pun perlahan terlihat—Miyuki mulai tersentuh, dan orang-orang di sekitarnya pun mengakui usahanya. Dengan sentuhan humor dan kehangatan, drama ini menghadirkan kisah keluarga yang sangat menyentuh.
Mengasuh anak tidak memiliki jalan pintas, hanya akumulasi dari hari-hari yang dijalani dengan penuh usaha.
Kelima drama Jepang ini menampilkan realitas keluarga yang beragam dan mendalam. Ada yang belajar di kehidupan baru, ada yang menyuarakan kerja rumah yang tak terlihat, dan ada pula yang membangun kepercayaan seiring waktu.
Saat melihat kegagalan maupun keberhasilan kecil para karakter, kita menyadari bahwa kita tidak sendirian.
Semoga setiap orang tua dapat merasa dipahami di tengah kesibukan, mendapat dukungan saat lelah, serta menemukan ritme mereka sendiri dalam perjalanan tumbuh bersama anak, dan terus melangkah maju.




