Banyak wisatawan yang datang ke Prefektur Fukushima memfokuskan perjalanan ke destinasi populer di wilayah Aizu seperti Ouchi-juku atau Tsuruga Castle.
Namun, di luar tempat-tempat terkenal tersebut, sebenarnya ada sebuah kota kecil yang juga penuh pesona dan cocok untuk dijadikan destinasi tambahan, yaitu Kagamiishi Town.
Dari pusat kota Aizuwakamatsu, Kagamiishi Town dapat dicapai dengan berkendara sekitar 1 jam, dan hanya sekitar 15 menit dari Fukushima Airport. Lokasinya strategis dan mudah diakses, baik dengan mobil sewaan maupun melalui perjalanan udara.
Bagi kamu yang sudah pernah mengunjungi Aizu atau sedang merencanakan perjalanan ke Fukushima dan ingin menjelajahi Tohoku dengan mobil, memasukkan Kagamiishi Town ke dalam itinerary setengah hari atau sebagai destinasi tambahan adalah pilihan yang tepat.
Yuk, kita lihat kuliner lokal dan pemandangan khas yang tidak boleh dilewatkan di kota ini!
Wajib coba: Hasil Pertanian Lokal dan Dessert Populer dari Peternakan
Kagamiishi Town dikenal dengan hasil pertanian yang melimpah serta budaya peternakan yang kuat, menjadikannya salah satu kota agraris penting di Prefektur Fukushima.
Hamparan sawah dan padang rumput hijau menghasilkan beras berkualitas tinggi serta berbagai buah dan sayuran segar, sekaligus mendukung industri susu yang berkembang.
Saat berkunjung ke sini, jangan lewatkan Iwase Farm, peternakan bergaya Barat milik pemerintah yang merupakan salah satu yang tertua di Jepang.
Tempat ini juga dikenal sebagai asal lagu anak-anak “Morning at the Ranch”, serta terkenal dengan es krim lembut (soft serve) yang kaya rasa dan yogurt segar dari susu murni—wajib dicoba!
Selain itu, di pasar hasil pertanian lokal Kankan Terrace, kamu bisa menemukan berbagai dessert dan produk olahan dari buah musiman.
Mulai dari buah persik yang manis dan juicy hingga apel segar dengan rasa asam-manis yang renyah, semuanya bisa dinikmati sesuai musimnya—menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Produk-produk di sini umumnya dibuat dari bahan segar langsung dari petani, dengan proses minimal agar tetap mempertahankan aroma alami dan rasa manis buah.
Jangan lupa mampir ke Kankan Terrace untuk membawa pulang oleh-oleh khas empat musim dari Kagamiishi Town!
Pesona Musim Panas: Lautan Bunga dan Rice Paddy Art yang Spektakuler

Dari bulan Juni hingga musim gugur adalah waktu terbaik untuk menikmati keindahan musiman Kagamiishi Town. Setiap bulan Juni, “Kagamiishi Iris Festival” digelar di Torimiyama Park, di mana sekitar 40.000 bunga iris bermekaran—cocok untuk berjalan santai dan berfoto.
Selain itu, dari Juni hingga Oktober, ada juga atraksi “rice paddy art” (tanbo art) yang dibuat dari berbagai jenis padi dengan warna berbeda.

Tradisi ini dimulai sejak 2012 sebagai simbol pemulihan dan harapan pasca bencana. Dengan memanfaatkan perbedaan warna dari berbagai jenis padi seperti hijau, ungu, dan kuning, lahan sawah luas diubah menjadi kanvas raksasa yang menampilkan gambar dan tulisan detail.
Saat awal penanaman, pola masih belum terlihat jelas. Namun seiring pertumbuhan padi dan kontras warna yang semakin kuat, karya tersebut akan tampak sempurna pada pertengahan musim panas hingga awal musim gugur.
Dilihat dari dek observasi, hamparan sawah ini terlihat seperti lukisan raksasa tiga dimensi yang sangat mengesankan. Setiap tahun tema yang diangkat berbeda, menggabungkan karakter lokal dan kreativitas, menjadikannya salah satu ikon utama Kagamiishi Town.
Yang menarik, pada tahun 2026, rice paddy art akan berkolaborasi dengan Sakuna: Of Rice and Ruin, game aksi RPG Jepang populer bertema menanam padi.
Karya seni raksasa dari berbagai warna padi ini tidak hanya spektakuler, tetapi juga menjadi cara untuk mempromosikan beras berkualitas dan lanskap pedesaan Kagamiishi.
Waktu terbaik untuk melihatnya adalah antara Juli hingga Agustus—jangan sampai terlewat jika berkunjung ke Fukushima saat musim panas!
Liburan Santai yang Menenangkan di Kagamiishi Town
Kagamiishi Town memang bukan kota wisata besar dan tidak dipenuhi hiruk-pikuk komersial, tetapi justru mempertahankan suasana pedesaan Jepang yang autentik, hangat, dan sederhana.
Setelah menikmati kuliner dan wisata, kamu juga bisa mengunjungi spot tersembunyi favorit warga lokal, yaitu Kobo Fudo no Yu, pemandian air panas alami yang mengandung karbonasi, cocok untuk merelaksasi tubuh setelah perjalanan.




