Bencana alam yang tidak terduga bisa datang kapan saja. Yang bisa kita lakukan adalah membiasakan diri dengan kebiasaan kesiapsiagaan bencana dalam kehidupan sehari-hari, menyiapkan perlengkapan darurat, serta tetap menjaga sikap hidup yang positif.
Artikel ini akan memperkenalkan akun media sosial Jepang “Bosai Kakumei (防災革命)”, yang mengajak kita belajar tentang pengetahuan kebencanaan melalui video-videonya untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana sehari-hari.
Apa Itu Bosai Kakumei?
“Bōsai Kakumei (防災革命)” adalah akun media sosial Jepang yang cukup populer, memiliki halaman penggemar di Facebook serta akun Instagram. Kontennya disajikan dalam bentuk video berdurasi singkat dan bertempo cepat, yang memperkenalkan pengetahuan kebencanaan, berbagai perlengkapan kesiapsiagaan, serta persiapan menghadapi bencana.
Contohnya, botol air minum biasa yang mudah dibeli di toko serba 100 yen dimanfaatkan untuk menyimpan uang tunai darurat, obat-obatan, plester luka, jas hujan, dan barang kecil lainnya. Selain mudah dibawa saat keadaan darurat, botol ini juga memiliki fungsi kedap air.
“Bōsai Kakumei” juga sering memperkenalkan makanan kering dengan masa simpan panjang, mi instan yang praktis untuk dikonsumsi saat darurat, serta kaleng gyūdon dari Yoshinoya. Jenis makanan ini bisa disimpan dalam keseharian dan langsung dibawa saat bencana terjadi.
Selain perlengkapan kebencanaan, “Bōsai Kakumei” juga memperkenalkan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang sering luput dari perhatian. Misalnya, “tisu pembuat busa portabel” yang dijual di Daiso. Tidak perlu sabun atau deterjen tambahan—cukup dibasahi dengan air, sudah bisa menghasilkan busa, sangat praktis digunakan.
Sarung tangan super tahan potong yang tidak bisa ditembus kayu, cutter, maupun benda tajam juga merupakan barang favorit yang banyak direkomendasikan para pengrajin Jepang. Kabarnya, produk ini sering kehabisan stok, jadi kalau ingin membelinya harus cukup beruntung.
Baca Juga:
Tutorial DIY dari Bosai Kakumei
Selain memperkenalkan berbagai perlengkapan kebencanaan siap pakai, “Bōsai Kakumei” juga membagikan cara membuat perlengkapan kebencanaan versi lanjutan dengan memanfaatkan barang-barang dari toko 100 yen. Contohnya, membuat toilet portabel sederhana dari kantong plastik dan alas tahan air.
Mereka juga mengajarkan cara, dalam kondisi kekurangan logistik, memanfaatkan kantong plastik tahan panas dan makanan kaleng untuk dengan cepat membuat versi sederhana pasta, sehingga kebutuhan makan dasar tetap bisa terpenuhi.
Pengetahuan Kebencanaan di Jepang
Selain itu, “Bōsai Kakumei” juga membagikan banyak pengetahuan terkait kebencanaan di Jepang, seperti prioritas dalam kesiapsiagaan bencana alam, rambu-rambu jalan terkait tsunami, serta pengenalan bendera darurat saat tsunami datang.
Dengan begitu, kita bisa memperoleh pengetahuan kebencanaan penting sambil berselancar di ponsel dalam keseharian.
Di situs resmi Badan Meteorologi Jepang dan Asosiasi Industri Rambu Jepang (Japan Sign Association) juga terdapat penjelasan lengkap mengenai berbagai tanda darurat terkait tsunami, termasuk cara mengenali dan bertindak sesuai petunjuk dalam situasi darurat.
Layanan “Disaster Emergency Message Dial” (災害用伝言電話) di Jepang adalah layanan yang disediakan oleh NTT saat terjadi bencana ala, seperti gempa bumi atau topan ketika jaringan telepon menjadi padat.
Dengan menelepon 171, lalu menekan “1” untuk merekam pesan dan memasukkan nomor telepon sendiri, kita bisa meninggalkan pesan berdurasi hingga 30 detik. Menekan “2” memungkinkan kita memasukkan nomor telepon orang lain untuk mendengarkan pesan yang ditinggalkan.
Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana
Setelah membaca penjelasan di atas, ada baiknya kita meninjau kembali kesadaran dan persiapan kita terhadap bencana. Bagaimanapun, bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia tidak bisa sepenuhnya dikendalikan atau diprediksi.
Melakukan persiapan kebencanaan dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki sikap hidup yang positif adalah konsep penting yang tidak boleh diabaikan dalam keseharian.




