Granvista Hadirkan Dua Hotel Mewah di Onna Village dan Matsushima

Table of Contents

Grup perhotelan ternama Jepang Granvista Hotels & Resorts mengumumkan pembukaan dua hotel mewah dengan konsep yang sangat berbeda.

Pada 15 Juli, BLISSTIA SUITES & RESORT Okinawa Onna Village akan lebih dulu menyambut tamu, disusul YOKI MATSUSHIMA di Prefektur Miyagi pada bulan Agustus 2026.

Kedua hotel ini tak sekadar menawarkan pengalaman menginap kelas atas, tetapi juga menekankan koneksi mendalam dengan para perajin lokal—menghadirkan definisi baru tentang kemewahan yang berakar pada tanah dan budaya setempat.

Pesona Granvista Hotels & Resorts

Mungkin nama “Granvista” masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, jika menyebut Sapporo Grand Hotel di Hokkaido atau Kamogawa Sea World, kualitas dan reputasi grup ini langsung terasa.

Dengan slogan merek “Local values shaping the global future”, Granvista berkomitmen menggali dan mengangkat potensi setiap daerah.

Proyek pembukaan ganda di tahun 2026 ini menjadi perwujudan nyata visi tersebut—menjadikan hotel sebagai medium agar wisatawan dapat benar-benar menjadi “bagian dari daerah”, bukan sekadar pengunjung.

Baca Juga:

Regina Resort: Penginapan Ramah Anjing untuk Liburan Santai di Jepang

BLISSTIA SUITES & RESORT

Dijadwalkan buka pada 15 Juli 2026, BLISSTIA SUITES & RESORT Okinawa Onna Village berlokasi di Onna Village, destinasi resor populer di pesisir barat Okinawa.

Mengusung konsep “Land Relation” (relasi dengan tanah), hotel ini ingin menjadi jembatan antara wisatawan dan masyarakat lokal.

Seluruh 139 kamar di hotel ini merupakan suite luas dengan ukuran lebih dari 50 meter persegi, serta dilengkapi balkon ekstra besar bernama “Lanai” yang memungkinkan para tamu menikmati langit, laut, dan hutan Okinawa secara maksimal.

Di dalam area hotel juga terdapat kolam renang infinity yang menghadap ke hutan Yanbaru, menghadirkan suasana relaksasi sempurna ditemani kicauan burung dan gemerisik dedaunan.

Kolaborasi paling menarik hadir bersama perajin lokal Seifugama (青風窯), yang dipimpin oleh Tamada Akira. Ia akan memanfaatkan tanah merah (red soil) yang digali saat pembangunan hotel sebagai bahan pengalaman membuat keramik.

Artinya, tanah liat yang disentuh tamu benar-benar berasal dari tanah tempat hotel berdiri. Dari tanah menjadi karya dan dari karya menjadi kenangan pribadi yang dibawa pulang.

Baca Juga:

YOKI MATSUSHIMA

Dibuka pada Agustus 2026, YOKI MATSUSHIMA terletak di Matsushima, salah satu dari Three Views of Japan.

Walau dikenal sebagai destinasi wisata populer, banyak wisatawan hanya singgah sebentar. Hotel ini hadir untuk menghadirkan pengalaman Slow Luxury—mengajak tamu menikmati waktu secara perlahan dan mendalam.

Hotel ini merupakan hasil renovasi dari “Hotel Ubudo” yang kini terlahir kembali dengan konsep baru. Seluruh properti hanya memiliki 26 kamar, sehingga menghadirkan suasana yang lebih privat dan tenang.

Yang paling mengejutkan, semua kamar menawarkan pemandangan laut indah Teluk Matsushima, serta dilengkapi pemandian air panas pribadi (rotenburo terbuka atau semi-terbuka).

Di lantai paling atas juga tersedia pemandian observasi dan sauna, memungkinkan tamu berendam di sumber air panas terkenal “Bihada no Yu” sambil menikmati panorama pulau-pulau yang tersebar di permukaan laut.

Konsep utamanya adalah “Local Focus”. Kolaborasi istimewa dilakukan dengan perajin dari Miwata Kiln (三輪田窯), Kameyama Eiji.

Ia menciptakan glasir keramik menggunakan cangkang tiram Matsushima. Cangkang yang semula dianggap limbah, melalui proses pembakaran berubah menjadi kilau unik pada permukaan keramik.

Di restoran hotel, tamu akan menikmati hidangan laut segar dari pesisir Sanriku dan sake lokal menggunakan peralatan makan yang mengandung sejarah dan lanskap Matsushima itu sendiri.

Lebih dari Sekadar Hotel Mewah

Baik melalui tanah merah Okinawa yang diolah menjadi keramik, maupun cangkang tiram Matsushima yang berubah menjadi glasir, dua proyek terbaru Granvista ini menunjukkan visi lokal yang jarang ditemui di industri perhotelan.

Hotel bukan lagi sekadar bangunan mewah, melainkan media yang menghubungkan wisatawan dengan perajin, masa kini dengan memori tanah, serta pengalaman dengan makna.

Jika merencanakan perjalanan ke Jepang pada musim panas 2026, mungkin inilah saatnya memilih ruang yang benar-benar bernapas bersama daerahnya dan merasakan waktu yang autentik, yang hanya bisa ditemukan di tempat tersebut.

Share Postingan Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest