Belakangan ini, di salah satu sudut Jinbocho, Tokyo, muncul sebuah pemandangan yang cukup unik. Sebuah bilik telepon umum yang tampak biasa saja justru dipenuhi antrean orang. Bahkan, banyak pengunjung meletakkan bunga segar di atas telepon dan di sekitarnya, memicu perhatian warganet Jepang.
Mengapa bisa terjadi fenomena bunga di bilik telepon yang ada di Jepang? Setelah ditelusuri, ternyata hal tersebut berkaitan dengan film anime populer tahun lalu, Chainsaw Man.
Chainsaw Man di Balik Fenomena Bunga di Bilik Telepon Umum Jepang
Anime Chainsaw Man, karya mangaka Fujimoto Tatsuki, merilis film animasi berjudul, “Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc”, pada September 2025.
Sejak penayangannya, film ini langsung menimbulkan sensasi besar. Di Jepang, film tersebut berhasil menduduki puncak box office selama tujuh akhir pekan berturut-turut dan mencatat pendapatan lebih dari 10 miliar yen.
Di sekitar kawasan Jinbocho sendiri, terdapat banyak sudut jalan yang mengingatkan pada adegan-adegan ikonik dalam film tersebut. Hal ini membuat Jinbocho dianggap sebagai “tanah suci” oleh para penggemar karya tersebut.
Chainsaw Man Mendunia, Lokasi Asli Jadi Destinasi Ziarah Fans
仕事帰りに御茶ノ水付近に寄り、レゼ篇の聖地巡礼をしてきた〜!レゼが二道へ向かう道のりと、デンジとレゼが出会う電話ボックス!(何個かあったのでこれかは分からない)#チェンソーマン pic.twitter.com/8HgJIoilYX
— 歩知 (@pochitadaisuki) September 26, 2025
Baik penggemar dari Jepang maupun luar negeri berbondong-bondong datang ke Jinbocho untuk melakukan “ziarah lokasi” (seichi junrei). Salah satu lokasi yang paling populer adalah bilik telepon umum tersebut.
Tempat itu merupakan lokasi pertemuan pertama antara sang tokoh utama Denji dan tokoh perempuan Reze. Dalam adegan tersebut, Denji memberikan setangkai bunga gerbera kepada Reze.
Karena itulah, banyak penggemar yang datang sambil membawa bunga gerbera demi menghidupkan kembali adegan ikonik dalam film, lalu meninggalkan bunga tersebut di sekitar bilik telepon setelah berfoto.
Di ulasan Google Maps, banyak komentar bermunculan, seperti “Datang dari Korea untuk ziarah lokasi, langsung merasakan emosi yang dibawa anime ini,” atau “Cinta para penggemar menyelimuti seluruh bilik telepon.”
Fenomena ini pun dengan cepat menyebar di internet dan media sosial, memicu diskusi hangat di kalangan warganet Jepang.
Baca Juga:
Apa Arti Kaiwai, Kata Tren Jepang yang Populer Tahun Ini?
Bunga yang Ditinggalkan Mulai Menimbulkan Masalah

Bagi warganet yang mengetahui karya tersebut, tentu bisa memahami perasaan para penggemar yang melakukan ziarah lokasi. Namun bagi orang lain yang kebetulan melihat pemandangan tersebut, kesannya berbeda.
Beberapa komentar menyebutkan, “Begitu banyak bunga, seperti ada orang yang meninggal di sini,” atau “Ada lima orang memotret bilik telepon, terlihat sangat misterius.” Bahkan ada pula yang melihat ilustrasi ikut dipajang di lokasi.
Perilaku meninggalkan barang-barang ini pun mulai menimbulkan keresahan dan kekhawatiran bagi para pengguna serta warga sekitar.
Di sudut bilik telepon bahkan terlihat papan peringatan kecil yang mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan meninggalkan barang.
Menurut pernyataan dari NTT East Jepang, perusahaan yang mengelola bilik telepon tersebut, papan peringatan itu bukan dipasang oleh pihak perusahaan.
Mereka menyatakan bahwa jika dalam pembersihan rutin ditemukan barang-barang yang ditinggalkan, maka barang tersebut akan disingkirkan.
Pihak perusahaan juga menyampaikan, “Kami merasa terhormat karena karya ini membuat masyarakat kembali memperhatikan telepon umum.
Namun, kami mohon pengertian untuk mempertimbangkan warga sekitar dan para pengguna, serta tidak meninggalkan bunga maupun barang pribadi. Kami akan sangat berterima kasih atas kerja samanya.”
Jadilah Penggemar yang Bertanggung Jawab
Faktanya, bukan hanya di bilik telepon tersebut, beberapa lokasi lain di Jinbocho yang menjadi tempat ziarah penggemar juga ditemukan dipenuhi bunga yang ditinggalkan. Hal ini pun menyulitkan pihak kelurahan setempat.
Meski perasaan para penggemar yang ingin mengunjungi lokasi ikonik tentu bisa dipahami, menjaga etika dan tidak membuang atau meninggalkan barang sembarangan adalah wujud tanggung jawab sebagai penggemar yang baik.




