Kuil Boneka Plush Pertama di Dunia Hadir di Kyoto!

Table of Contents

Boneka plush yang menemani kita tumbuh bukan sekadar mainan, tetapi juga menyimpan banyak kenangan dan perasaan berharga. Ketika boneka tersebut rusak karena termakan usia dan tidak lagi bisa menemani kita, bagaimana cara mengucapkan selamat tinggal dengan baik?

Pada Juni 2026, sebuah kuil yang menjadikan boneka plush sebagai tokoh utama resmi hadir di Miyama-cho, Kota Nantan, Prefektur Kyoto, Jepang. Kuil tersebut bernama “Kuil Boneka Plush atau Nuigurumi Jinja (ぬいぐるみ神社)”.

Tempat ini juga menjadi kuil pertama di dunia yang secara khusus didedikasikan untuk boneka plush dengan harapan setiap kenangan berharga dapat ditempatkan dan dikenang dengan penuh kelembutan.

Kuil Boneka Plush Pertama di Dunia

“Kuil Boneka Plush” yang terletak di Miyama-cho, Kota Nantan, Prefektur Kyoto, didirikan oleh sebuah perusahaan Jepang yang secara khusus bergerak dalam restorasi boneka plush.

Menurut sang pendiri, meskipun restorasi dapat memperpanjang usia banyak boneka, ada pula sebagian boneka yang sudah terlalu tua atau mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat diperbaiki.

Oleh karena itu, muncul keinginan untuk menciptakan sebuah tempat yang memungkinkan pemilik menyampaikan rasa terima kasih kepada boneka yang telah menemani mereka selama bertahun-tahun sekaligus mengucapkan selamat tinggal dengan baik. Dari situlah kuil yang penuh kehangatan ini lahir.

Nuigurumi Jinja memiliki misi untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada hutan, boneka berbulu, serta seluruh kehidupan di dunia.

Kuil ini juga berharap dapat kembali menghubungkan dengan penuh kelembutan hubungan antara manusia dan alam, manusia dengan manusia, serta manusia dengan dewa dan leluhur, sekaligus mewariskan budaya menghargai segala sesuatu dan hidup berdampingan secara harmonis kepada generasi berikutnya.

Desain Kuil yang Lucu dan Menenangkan

Di dalam area kuil terdapat bangunan tempat berdoa beratap jerami yang memiliki ciri khas tersendiri.

  • Jendela berbentuk beruang yang menggemaskan.
  • Tempat mencuci tangan dengan suasana yang hangat dan menenangkan.
  • Serta gerbang torii dengan desain telinga beruang.

Semuanya menyambut setiap pengunjung dengan suasana yang ramah. Berbeda dari suasana khidmat yang biasanya ditemukan di kuil pada umumnya, desain keseluruhannya terasa lebih ramah dan menenangkan, sehingga orang dewasa maupun anak-anak dapat berkunjung dan beribadah dengan nyaman.

Selain itu, kuil ini juga menjaga hutan pelindung kuil seluas sekitar 28 hektare dan berupaya menjaga serta mengembangkan hutan yang menjadi tempat tumbuhnya berbagai kehidupan tersebut.

Saat ini, hutan masih berada dalam tahap awal pembangunan. Jalur menuju puncak gunung dan pohon keramat masih dalam proses penataan, sementara pepohonan dan vegetasi di dalamnya juga masih terus tumbuh secara bertahap.

Seiring berjalannya waktu, berbagai jenis pohon dan tanaman seperti pohon ek akan ditanam secara bertahap. Dengan demikian, semakin banyak kehidupan dapat tumbuh dan berkembang di sini hingga akhirnya membentuk hutan yang penuh kehidupan, lembut, dan subur.

Baca Juga:

Kelak Juga Akan Dibangun “Aula Peristirahatan Boneka Plush”

Kuil ini juga berencana membangun sebuah fasilitas bernama “Aula Peristirahatan Boneka Plush (納ぬい堂)”. Pengunjung tidak hanya dapat membawa boneka kesayangan untuk berkunjung bersama dan mendoakan keselamatan serta kebahagiaan, tetapi juga dapat mengadakan upacara penghormatan bagi boneka yang telah menyelesaikan tugasnya dan tidak lagi dapat menemani pemiliknya.

Abu hasil kremasi setelah upacara penghormatan akan ditempatkan di sini. Konsepnya mirip dengan aula penyimpanan abu jenazah di kuil Buddha, dengan harapan setiap boneka yang telah menyelesaikan tugasnya dapat memiliki tempat untuk beristirahat dengan tenang.

Pendiri kuil, Komichi Horiguchi, mengatakan bahwa ia berharap baik anak-anak maupun orang dewasa dapat datang ke sini, kembali merasakan kehangatan, penghargaan, dan rasa terima kasih melalui kenangan bersama boneka berbulu mereka, serta terus meneruskan perasaan untuk menghargai orang lain dan menghargai kebersamaan.

Baca Juga:

5 Kuil Favorit Orang Jepang untuk Menyambut Tahun Baru

Kisah Buku Bergambar Khusus Kuil

Selain memiliki konsep dunia yang hangat, Kuil Boneka Plush juga menciptakan kisah buku bergambar orisinal khusus berjudul “Kisah Lahirnya Kuil Boneka Plush (ぬいぐるみ神社創建物語 )”.

Melalui sekelompok karakter yang menggemaskan, buku ini menyampaikan pesan tentang menghargai kehidupan, berterima kasih atas kebersamaan, dan menjaga alam.

Tokoh utama dalam buku bergambar ini, Mofu(モフくん), bersama para sahabatnya, yaitu Mame(まめちゃん)、Ho(ホーちゃん)、Iku(いくちゃん)、Maru(まるさん)、Kannui(かんぬいさん)、Suke(すけさん)、Fuu(ふーさん) dan Kayabuki(かやぶきちゃん), semuanya dirancang dengan penuh perhatian oleh ilustrator Mina Miyoshi.

Setiap karakter memiliki kepribadian, latar belakang, dan kisah yang unik. Mereka juga memiliki hubungan dan interaksi yang berbeda satu sama lain, bersama-sama membangun dunia Kuil Boneka Plush yang penuh kehangatan dan ketenangan.

Melalui buku bergambar ini, pembaca tidak hanya dapat mengenal setiap karakter, tetapi juga merasakan pesan utama yang ingin disampaikan kuil, yaitu “berterima kasih kepada seluruh kehidupan dan menghargai setiap kebersamaan”.

Informasi Akses

  • Alamat: 11-8 Tanaka Gohanadani, Miyama-cho, Kota Nantan, Prefektur Kyoto
  • Akses
  • Waktu kunjungan: Dapat dikunjungi secara bebas sepanjang tahun. Namun, jimat, goshuin, dan benda-benda lainnya hanya dapat diperoleh pada hari ketika kantor kuil (shamusho) buka.
  • OFFICIAL SITE

Bagi banyak orang, boneka merupakan teman bermain sejak masa kanak-kanak, sosok yang menemani berbagai tahap kehidupan, bahkan menjadi tempat berlabuhnya perasaan yang tak tergantikan.

“Kuil Boneka Plush” pertama di dunia yang hadir di Kyoto ini tidak hanya menyediakan tempat untuk mengucapkan selamat tinggal dengan baik kepada boneka yang telah menemani kita selama bertahun-tahun, tetapi juga mengingatkan kita untuk menghargai setiap kebersamaan dan kenangan.

Jika suatu hari berkesempatan mengunjungi Miyama, Kyoto, tidak ada salahnya membawa boneka bulu yang paling berharga dan datang bersama ke kuil yang dipenuhi suasana lembut ini. Sampaikan satu kata kepada sosok yang telah menemani perjalananmu selama ini: “Terima kasih.”

Share Postingan Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest