Menjelajahi Tsukishima: Rasakan Kehangatan Shitamachi dan Temukan Asal Usul Monjayaki

Table of Contents

Jika Tokyo adalah kota besar yang merangkul beragam jiwa, maka Tsukishima adalah salah satu sudutnya yang masih mempertahankan kesederhanaan dan nuansa nostalgia.

Terletak di Distrik Chūō, Tokyo, Tsukishima merupakan pulau buatan hasil reklamasi Teluk Tokyo. Letaknya dekat dengan Higashi-Ginza, namun tetap mempertahankan suasana khas shitamachi (kawasan kota tua).

Di sini juga berkumpul puluhan restoran khusus monjayaki (もんじゃ焼き), menghadirkan pemandangan unik perpaduan antara yang lama dan yang baru.

Baik kamu datang demi wisata kuliner, maupun sekadar ingin menemukan kafe untuk memperlambat langkah di tengah perjalanan, Tsukishima akan menyambutmu dengan pesona tenangnya yang khas.

Di mana Tsukishima Berada?

Tsukishima terletak di tepi Sungai Sumida, dekat dengan Tsukiji dan Ginza. Kamu bisa naik Jalur Yurakucho atau Jalur Toei Oedo dan turun di Stasiun Tsukishima.

Dari sana, berjalan kaki sekitar lima menit sudah cukup untuk mencapai Jalan Perbelanjaan Nishinaka-dori Tsukishima (Tsukishima Nishinaka-dori Shotengai) yang terkenal. Tempat ini juga dikenal sebagai “Jalan Monjayaki Tsukishima”, karena dipenuhi oleh berbagai restoran monjayaki.

Konon, pada awal era Showa, banyak toko jajanan tradisional (dagashiya) di kawasan ini yang menjual camilan berbahan dasar adonan tepung.

Seiring waktu, demi menghidupkan kembali kawasan pertokoan, ditambah dengan promosi media dan dibukanya Stasiun Tsukishima, posisi Tsukishima pun semakin kokoh sebagai pusat monjayaki di Tokyo.

Tamatoya: Monjayaki Wajib di Tsukishima

Setiap restoran monjayaki memiliki cita rasa khasnya sendiri. Salah satunya adalah “Tsukishima Monja Tamatoya”, yang menggunakan seafood segar berkualitas tinggi dan menawarkan beragam pilihan rasa.

Selain menu klasik, mereka juga menyajikan kreasi unik seperti monjayaki mochi keju mentaiko. Menariknya, bagi yang baru pertama kali mencoba monjayaki tidak perlu khawatir, karena staf akan membantu proses memasaknya.

Tersedia juga pilihan porsi kecil bernama “chawan monja”. Nikmatilah dengan mengeruknya langsung dari teppan menggunakan spatula kecil, sambil merasakan tekstur khasnya: bagian luar yang renyah dan adonan yang lembap di dalam.

Informasi Lokasi
■ Nama: Tsukishima Monja Tamatoya
■ Alamat: 1-21-6 Tsukishima, Chūō-ku, Tokyo

Baca Juga:

Hotel Metropolitan Rilis Suica Penguin Valentine’s Cake Edisi 2026

Kuei: Aroma Kebahagiaan yang Renyah di luar dan Lembut di dalam

Setelah menyantap monjayaki, ingin menikmati makanan manis? Toko roti melonpan (roti nanas ala Jepang) “Kuei” mengandalkan melonpan yang dipanggang langsung di tempat.

Toko kecil ini dipenuhi foto liputan acara TV dan tanda tangan artis, menandakan popularitasnya yang sudah terkenal luas.

Selain melonpan, Kuei juga menjual pai cokelat, croissant, dan berbagai roti lainnya.

Melonpan andalannya memiliki bagian luar yang renyah, sementara bagian dalamnya lembut dengan aroma mentega yang ringan.

Sangat disarankan untuk menikmatinya selagi masih hangat, agar bisa merasakan kelezatan yang hangat dan sederhana.

Informasi Lokasi
■ Nama: Kuei
■ Alamat: 1-21-3 Tsukishima, Chūō-ku, Tokyo

Sebagai kampung halaman monjayaki, Tsukishima tidak memiliki pusat perbelanjaan mewah maupun spot foto populer yang penuh gaya. Namun justru karena itulah, kamu bisa benar-benar merasakan suasana Tokyo yang berbeda.

Jika ada kesempatan, cobalah memasukkan Tsukishima ke dalam rencana perjalananmu. Jalanan dan toko-toko di sini seakan menyampaikan pesan dengan ritme hidup yang tidak cepat dan tidak lambat: nikmati hidup dengan penuh kesadaran.

Share Postingan Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest