Di bulan Juni, Jepang memasuki musim hujan (tsuyu), sekaligus menandai dimulainya musim panas. Di masa seperti ini, ada banyak festival tradisional yang diselenggarakan.
Jika kamu sedang bepergian ke Jepang dan ingin merasakan kemeriahan khas negeri sakura, cobalah untuk datang ke empat festival berikut ini yang diadakan pada bulan Juni 2026.
1. Sanno Festival
Sanno Festival adalah festival tradisional yang diselenggarakan oleh Kuil Hie di Tokyo. Festival ini juga dikenal sebagai salah satu dari Tiga Festival Besar Jepang bersama Gion Festival di Kyoto dan Tenjin Festival di Osaka.
Festival ini diadakan setiap dua tahun sekali. Salah satu acara utamanya adalah Shinko-sai, yaitu arak-arakan prosesi sepanjang sekitar 300 meter dengan peserta mengenakan pakaian tradisional zaman kuno.
Prosesi ini melintasi pusat kota Tokyo yang ramai, melewati berbagai landmark seperti Gedung Parlemen Jepang, Imperial Hotel, dan Stasiun Tokyo, sehingga menghadirkan suasana yang berbeda di jalanan ibu kota.
Selain Shinko-sai, terdapat pula upacara persembahan doa untuk kedamaian dan kemakmuran negara, pertunjukan musik serta tarian kagura, dan berbagai seni pertunjukan tradisional lainnya. Seluruh rangkaian acara membuat pusat kota Tokyo seolah kembali ke masa lampau.
Pada tahun 2026, Sanno Festival akan diselenggarakan pada tanggal 12 Juni, pukul 08.00–18.00 di Nagatacho, Chiyoda-ku, Tokyo.
2. YOSAKOI Soran Festival
YOSAKOI Soran Festival merupakan salah satu festival besar yang diselenggarakan setiap tahun di Kota Sapporo, Hokkaido.
Festival ini berawal pada tahun 1991. Seorang mahasiswa asal Hokkaido yang pernah menyaksikan Yosakoi Festival di Prefektur Kochi merasa terinspirasi oleh kemeriahan acara tersebut.
Setelah kembali ke Hokkaido, ia menggagas penyelenggaraan festival dengan konsep serupa. Dari kombinasi Yosakoi Festival khas Kochi dan budaya lokal Hokkaido yang tercermin dalam lagu rakyat Soran Bushi, lahirlah YOSAKOI Soran Festival.
Pada festival ini, berbagai tim penari menampilkan pertunjukan yang dinamis sambil membawa naruko, yakni alat musik tradisional berbahan kayu. Iringan musiknya mengadaptasi Soran Bushi, lagu tradisional yang dahulu dinyanyikan oleh para nelayan Hokkaido ketika menangkap ikan haring.
Perpaduan antara musik yang penuh semangat dan gerakan tari yang enerjik menciptakan suasana musim panas yang meriah dan menjadi ciri khas festival ini, sekaligus membedakannya dari festival tradisional Jepang lainnya.
YOSAKOI Soran Festival diselenggarakan pada tanggal 10-14 Juni 2026 di Odori Park dan area pusat Kota Sapporo.
Baca Juga:
5 Tempat Wisata Musim Panas Terbaik di Jepang 2026
3. Sapporo Festival
Sapporo Festival adalah festival tradisional yang diselenggarakan oleh Hokkaido Jingu dan memiliki sejarah lebih dari 100 tahun. Pada tahun ini, acara diselenggarakan pada 14-16 Juni.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan seni tradisional dan pasar rakyat yang meriah di area kuil.
Puncak acara berlangsung pada hari terakhir, ketika lebih dari 1.000 peserta mengenakan pakaian berwarna-warni bergaya periode Heian dan mengarak empat mikoshi (kuil portabel) yang membawa simbol dewa-dewa kuil. Prosesi ini berjalan melintasi kota Sapporo dan selalu menarik banyak wisatawan maupun warga setempat.
4. Chagu Chagu Umakko
Chagu Chagu Umakko merupakan festival tradisional yang diselenggarakan di Kota Takizawa dan Kota Morioka, Prefektur Iwate. Di tahun ini, acara berlangsung pada 13 Juni.
Festival ini berakar dari kebiasaan masyarakat petani yang memberikan penghormatan kepada kuda-kuda yang telah berjasa dalam membantu pekerjaan pertanian.
Selain sebagai ungkapan rasa syukur, tradisi ini juga menjadi sarana untuk memanjatkan harapan agar kuda dan pemiliknya selalu terlindungi dari penyakit maupun berbagai musibah sepanjang tahun.
Dalam perayaannya, kuda-kuda dihiasi dengan berbagai aksesori berwarna-warni serta ratusan lonceng yang indah. Ketika mereka berparade melewati jalan-jalan di wilayah Iwate, dentingan lonceng yang khas terdengar di sepanjang rute dan menjadi daya tarik utama festival ini.
Para pengunjung juga dapat melihat dari dekat bahkan berinteraksi dengan kuda-kuda yang ikut serta dalam perayaan tersebut.



