Di kota Komono, Prefektur Mie, yang dikelilingi alam asri, terdapat resort pemandian air panas terpadu bertema healing dan kuliner bernama AQUAIGNIS.
Berdiri di area seluas 49.000 meter persegi, fasilitas ini mencakup hotel, pemandian air panas Katoka Onsen dengan 100% sumber air alami yang terus mengalir, restoran washoku “Kasaan Sanpiryoron” yang diawasi chef Jepang terkenal Masahiro Kasahara, restoran Italia “SA-LA BIANCHI AI-ché-cciano” dan “iI-ché-cciano MIE-LE” racikan chef jenius Masayuki Okuda, hingga toko dessert “Confiture H” dan bakery “Mariage de Farine” milik pastry chef ternama Hiroaki Tsujiguchi.
Meski lokasinya cukup sulit dijangkau, tempat ini sangat layak didatangi khusus karena selain bisa menikmati onsen, pengunjung juga dapat sekaligus mencicipi restoran dari tiga chef besar Jepang dalam satu area.
Mengenal AQUAIGNIS

Nama fasilitas ini berasal dari bahasa Latin: “Aqua” berarti air, merujuk pada Katoka Onsen, sedangkan “Ignis” berarti api, melambangkan tiga maestro kuliner—Masahiro Kasahara, Masayuki Okuda, dan Hiroaki Tsujiguchi—yang menghadirkan hidangan terbaik melalui seni memasak dengan api.
Pengalaman Makan Langsung di iI-ché-cciano MIE-LE

Penulis mengunjungi tempat ini saat musim dingin. Di tengah hamparan salju putih, deretan bangunan yang muncul tiba-tiba memberikan kesan seperti memasuki dunia lain.
Tujuan utama kunjungan kali ini adalah restoran Italia racikan chef Masayuki Okuda. Karena restoran “SA-LA BIANCHI AI-ché-cciano” harus dipesan terlebih dahulu, akhirnya dipilihlah restoran kasual Italia “iI-ché-cciano MIE-LE”.
Interior restorannya sangat luas dengan konsep open kitchen, sehingga pengunjung bisa melihat langsung para chef memasak. Kursi transparan yang digunakan juga membuat ruangan terasa lebih lega dan tidak sumpek.
Chef Okuda dikenal memiliki teknik merebus pasta khas yang menghasilkan tekstur dan rasa berbeda dari pasta pada umumnya. Saat makan siang tersedia set menu yang cukup terjangkau. Set A untuk satu orang hanya seharga 1.700 yen dan sudah termasuk salad, roti, menu utama (pasta atau pizza), serta minuman.
Karena ini adalah kunjungan pertama, tentu saja pilihan jatuh pada pasta. Penulis memilih spaghetti bolognese klasik dan menambah semangkuk sup hangat karena cuaca yang sangat dingin.
Tekstur pastanya benar-benar luar biasa. Dipadukan dengan saus daging bercita rasa sedikit asam, rasanya ringan dan tidak membuat enek. Keseimbangan rasanya sangat baik.
Salad pendamping terasa segar dan renyah, sementara baguette yang disantap bersama sup terasa sangat cocok. Dengan harga seperti ini, bisa menikmati hidangan racikan chef ternama terasa sangat worth it.
Baca Juga:
Menikmati Estetika Budaya yang Elegan di Happo-en dan Yamamoto-tei
Dessert Shop “Confiture H” dan bakery “Mariage de Farine”
Setelah makan, tentu tidak lengkap tanpa mampir ke toko cake dan bakery milik pastry chef Hiroaki Tsujiguchi. Alasan makan siang tadi dibuat tidak berlebihan memang supaya masih ada ruang untuk dessert.
Dessert shop “Confiture H” terhubung langsung dengan area “iI-ché-cciano MIE-LE”, sehingga cake yang dibeli di sana bisa langsung dinikmati di area dine-in. Semua dessert di etalase terlihat sangat menggoda. Kali ini penulis hanya membeli cream puff dan madeleine untuk dibawa pulang.
Sementara bakery “Mariage de Farine” berada di bangunan terpisah. Roti di sini dibuat menggunakan campuran tepung gandum lokal dengan resep khusus, lalu dipanggang menggunakan tungku batu di dalam toko. Hasilnya adalah cita rasa dan tekstur khas yang hanya bisa ditemukan di tempat ini.
Selain area memanggang dan display roti, bakery ini juga memiliki area makan yang luas. Jadi, kalau tidak ingin makan berat, pengunjung juga bisa bersantai sambil menikmati roti ringan di sini.
Penulis membeli canelé yang paling populer, croissant, dan sourdough fig bread yang cukup jarang ditemukan untuk dibawa kembali ke hotel.
Informasi AQUAIGNIS
- Alamat: 4800-1 Komono, Komono-cho, Mie, Jepang
- Jam operasional: mengikuti masing-masing restoran
- Akses: turun di Stasiun Yunoyama Onsen jalur Kintetsu Yunoyama, lalu berjalan kaki sekitar 8 menit
Karena keterbatasan waktu dan belum melakukan reservasi sebelumnya, kali ini penulis hanya sempat mengunjungi restoran chef Masayuki Okuda serta toko dessert milik Hiroaki Tsujiguchi.
Hidangan washoku karya Masahiro Kasahara belum sempat dicoba, tetapi justru menjadi alasan untuk kembali lagi di lain kesempatan.
Jadi, jika ingin makan di restoran para chef ternama ini, pastikan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui situs resmi agar tidak kehabisan tempat.



