5 Merek Fashion Klasik yang Mempengaruhi Dunia Mode Jepang (Part 1)

Table of Contents

Fashion Jepang dikenal memiliki karakter yang kuat, unik, dan berbeda dari arus tren global. Alih-alih mengikuti mode yang cepat berganti, banyak desainer Jepang justru fokus pada konsep, struktur pakaian, serta hubungan antara busana, tubuh, dan kehidupan sehari-hari.

Inilah yang membuat merek fashion Jepang memiliki daya tarik jangka panjang dan pengaruh besar di panggung internasional.

Merek fashion klasik, seperti Yohji Yamamoto, COMME des GARÇONS, Issey Miyake, UNDERCOVER, dan Sacai telah membentuk cara dunia memandang fashion, bukan hanya sebagai gaya, tetapi juga sebagai medium ekspresi, pemikiran, dan budaya.

Artikel ini akan membahas 5 merek fashion Jepang paling klasik yang berhasil memadukan inovasi, filosofi desain, dan kualitas tinggi, serta terus memberikan dampak besar bagi industri mode global hingga hari ini.

1. Yohji Yamamoto

Yohji Yamamoto(山本耀司)adalah salah satu merek mode paling representatif dari Jepang. Sejak tampil di Paris Fashion Week pada tahun 1981, merek ini menjadikan warna hitam sebagai bahasa utama dan membalikkan estetika busana Barat yang konvensional.

Desainnya memadukan dekonstruksi dan rekonstruksi, potongan asimetris, serta siluet yang mengalir, menampilkan semangat pemberontakan dan kedalaman pemikiran yang kuat.

Merek ini tidak mengejar tren, melainkan merespons tubuh, kepribadian, dan zaman melalui pakaian, membangun “estetika hitam” yang khas.

Selain lini utama, Yohji Yamamoto juga mengembangkan berbagai sub-label seperti Y’s, Y-3, dan Ground Y, yang terus memperluas pengaruhnya di antara mode kelas atas dan budaya kontemporer.

2. COMME des GARÇONS

Didirikan pada tahun 1969 oleh Rei Kawakubo(川久保玲), COMME des GARÇONS merupakan salah satu merek mode avant-garde paling berpengaruh dari Jepang.

Saat debut di Paris Fashion Week pada tahun 1981, penggunaan dominan warna hitam, potongan asimetris, dan desain yang bersifat destruktif memicu fenomena “Black Shock”, yang secara total menantang estetika mode yang mapan.

Merek ini tidak terikat pada gender, lekuk tubuh, maupun konsep keanggunan tradisional. Melalui dekonstruksi dan siluet eksperimental, COMME des GARÇONS mengajukan kesadaran estetika yang independen dan tajam.

Dengan banyak lini turunan—mulai dari HOMME PLUS yang sangat konseptual hingga PLAY yang lebih mudah diakses—merek ini terus memperluas kemungkinan antara avant-garde dan keseharian, menjadikannya merek berbasis pemikiran yang tak bisa diabaikan di dunia mode internasional.

Baca Juga:

3. Issey Miyake

ISSEY MIYAKE(三宅一生)adalah merek mode Jepang yang berlandaskan filosofi “A Piece of Cloth”, yang menekankan hubungan antara kain, tubuh, dan ruang.

Merek ini terkenal akan pengembangan material orisinal dan inovasi teknologi, dengan teknik lipit khusus serta desain struktural yang menyeimbangkan keindahan visual dan fungsi tinggi.

Seri ikonik seperti PLEATS PLEASE dan HOMME PLISSÉ, dengan karakter ringan, elastis, dan mudah dirawat, mendefinisikan ulang pakaian sehari-hari modern. Sementara itu, BAO BAO menampilkan kemungkinan desain aksesori melalui struktur geometris.

Meski Issey Miyake sendiri telah mengundurkan diri, merek ini tetap meneruskan filosofinya, mengeksplorasi kebebasan dan universalitas pakaian, serta menjadi eksistensi klasik yang memadukan seni, teknologi, dan kehidupan.

  • Kisaran harga: ¥20.000 – ¥250.000
  • Situs resmi
  • Daftar toko

Baca Juga:

5 Merek Fashion Klasik yang Mempengaruhi Dunia Mode Jepang (Part 2)

4. UNDERCOVER

UNDERCOVER, didirikan oleh Jun Takahashi(高橋盾)pada tahun 1990, adalah merek mode avant-garde Jepang yang memadukan budaya street, semangat punk, dan pemikiran artistik.

Dengan konsep inti “pakaian yang terasa familiar namun asing, dengan nuansa noise”, merek ini mahir mempertemukan elemen-elemen yang saling bertentangan untuk membangun dunia yang kacau namun puitis.

Sejak bangkitnya tren Ura-Harajuku pada era 1990-an, UNDERCOVER menjadi simbol subkultur dan pada tahun 2002 tampil di Paris Fashion Week, meraih pengakuan internasional.

Desainnya memadukan pemberontakan dan romantisme, kegelisahan dan keanggunan, serta menampilkan sikap spiritual yang unik melalui tema yang kuat dan narasi mendalam.

Melalui kolaborasi dengan Nike, UNIQLO, Sanrio, dan lainnya, UNDERCOVER berhasil menghubungkan mode kelas atas dengan budaya sehari-hari.

  • Kisaran harga: ¥9.000 – ¥200.000
  • Situs resmi
  • Daftar toko

5. Sacai

Sacai, didirikan oleh Chitose Abe(阿部千登勢)pada tahun 1999, berlandaskan filosofi “desain yang dibangun di atas keseharian”.

Melalui teknik patchwork dan penggabungan material yang berbeda, sacai merekonstruksi kemungkinan pakaian.

Merek ini piawai memadukan elemen klasik dan street, fungsional dan elegan, serta busana pria dan wanita menjadi satu kesatuan, menciptakan siluet hibrida yang tampak berlapis namun utuh.

Latar belakang keahlian rajut memberikan tingkat teknik tinggi pada struktur, detail, dan kualitas.

Sejak tampil di Paris Fashion Week, sacai membangun posisi yang kokoh di pasar internasional dengan desain yang tidak mencolok namun sangat mudah dikenali.

Mereka sukses menjembatani mode kelas atas dan budaya kontemporer melalui kolaborasi dengan merek seperti Nike.

  • Kisaran harga: ¥20.000 – ¥300.000
  • Situs resmi
  • Daftar toko

Itulah lima merek fashion paling klasik yang memengaruhi dunia mode Jepang hingga saat ini. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya, Japafans?

Share Postingan Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest