Banyak adegan indah dalam film anime sebenarnya terinspirasi dari pemandangan yang ada di dunia nyata. Karena itu, tidak sedikit penggemar anime yang melakukan seichi junrei atau “ziarah ke lokasi” untuk mengunjungi tempat-tempat yang menjadi inspirasi adegan dalam film, maupun mencari tahu lokasi sebenarnya dari pemandangan yang muncul di layar.
Makoto Shinkai, sutradara terkenal yang berhasil menarik perhatian penonton dari berbagai penjuru dunia lewat Your Name, dikenal dengan ciri khasnya dalam menghadirkan latar belakang yang realistis sekaligus indah.
Kali ini, yuk kita lihat dari mana saja lokasi yang menjadi inspirasi berbagai adegan dalam film Makoto Shinkai! Kalau berkunjung ke Jepang nanti, jangan lupa mampir dan berfoto di sini, ya!
Voices of a Distant Star
Voices of a Distant Star merupakan film anime berdurasi sekitar 25 menit yang dibuat Makoto Shinkai pada 2002, ketika ia masih menjadi kreator independen.
Film ini mengisahkan seorang gadis yang pergi ke luar angkasa dan seorang pemuda yang tetap berada di Bumi. Keduanya saling menyampaikan perasaan dan pikiran melalui email di ponsel, meskipun terpisah oleh “perbedaan waktu” yang semakin jauh.
Adegan yang muncul dalam film ini sebenarnya mengambil lokasi di sebuah kawasan perumahan di Kota Niiza, Prefektur Saitama.
The Place Promised in Our Early Days
The Place Promised in Our Early Days merupakan film yang dibuat Makoto Shinkai pada 2004. Ceritanya mengikuti dua anak laki-laki yang membuat sebuah pesawat untuk pergi menuju sebuah menara di seberang perbatasan.
Mereka berjanji akan mengajak seorang gadis dalam perjalanan tersebut. Namun, gadis itu tiba-tiba jatuh koma karena alasan yang tidak diketahui. Cerita kemudian berkembang di sekitar pertemuan mereka di dalam mimpi.
Film ini menggunakan beberapa stasiun sebagai latar. Salah satunya adalah Sakuramachi Crossing, yang berada di sekitar JR Kanita Station. Lokasi lainnya mengambil inspirasi dari pemandangan di dalam The University of Tokyo.
Baca Juga:
Yuk, Wisata ke Lokasi Syuting Drama Jepang Then You Try Making It!
5 Centimeters per Second
5 Centimeters per Second mengisahkan dua teman masa kecil yang terpisah setelah lulus dan akhirnya tidak dapat kembali bertemu. Berbeda dari dua film sebelumnya, film ini tidak banyak menggunakan unsur fiksi ilmiah. Fokus utamanya justru terletak pada penggambaran perasaan dan kondisi batin para tokohnya.
Kemampuan Makoto Shinkai dalam menggambarkan psikologi karakter terlihat begitu kuat dalam film ini. Bagi banyak orang, 5 Centimeters per Second juga menjadi salah satu karya yang pertama kali memperkenalkan daya tarik khas film-film Makoto Shinkai.
Adegan kawasan pertokoan yang muncul di awal film mengambil inspirasi dari Sangubashi Shopping Street di Shibuya. Sementara itu, gedung yang terlihat di latar saat Takaki menangkap kelopak bunga merupakan Shinjuku Southern Terrace.
Children Who Chase Lost Voices
Children Who Chase Lost Voices bercerita tentang seorang gadis yang tinggal di pedesaan dan secara tidak sengaja bertemu dengan seorang anak laki-laki dari dunia bawah tanah. Keduanya kemudian menjadi sahabat dekat.
Namun, suatu hari anak laki-laki tersebut pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Untuk mencarinya, sang gadis memulai sebuah perjalanan penuh petualangan.
Pemandangan alam indah yang muncul dalam film ini terinspirasi dari lanskap jalan di Koumi Town, Minamisaku District, Prefektur Nagano.
The Garden of Words
Dibandingkan film-film lainnya, The Garden of Words memiliki nuansa sastra yang lebih kuat. Film ini mengisahkan seorang siswa SMA yang suatu hari membolos dan berteduh di sebuah gazebo untuk menghindari hujan.
Di sana, ia bertemu dengan seorang perempuan yang kemudian meninggalkan sebuah tanka dari Man’yoshu untuknya. Dari pertemuan tersebut, hubungan keduanya mulai berkembang.
Gazebo tempat keduanya berteduh dari hujan mengambil inspirasi dari Kyu Goryotei di Shinjuku Gyoen National Garden.
Baca Juga:
Your Name
Kesuksesan Your Name tentu tidak dapat dipisahkan dari popularitas Makoto Shinkai di dunia anime. Film ini juga memiliki tempat tersendiri di hati banyak penonton.
Cerita Your Name mengikuti dua tokoh utama yang hidup dalam latar berbeda. Taki tinggal di kawasan metropolitan Tokyo, sementara Mitsuha tinggal di sebuah kota kecil di pedesaan Prefektur Gifu.
Keduanya sama-sama merasa kurang puas dengan kehidupan masing-masing hingga suatu hari mereka mengalami pertukaran jiwa melalui mimpi.
Pemandangan yang terlihat dari kamar Taki terinspirasi dari Rikyu Heim di Shinjuku. Sementara itu, jalan yang dilalui Taki dan Mitsuha menjelang akhir cerita terinspirasi dari Shintoshin Pedestrian Bridge di Nishi-Shinjuku.
Weathering with You
Dalam Weathering with You, Makoto Shinkai menghadirkan kisah penuh fantasi tentang seorang anak laki-laki yang meninggalkan rumah dan seorang gadis yang memiliki kemampuan untuk membuat cuaca menjadi cerah.
Film ini memadukan unsur fantasi dengan kisah remaja serta isu perubahan iklim, menghasilkan sebuah cerita yang penuh warna dan emosional.
Pada bagian awal film, adegan ketika Hina meninggalkan rumah sakit dan menuju sebuah kuil terinspirasi dari Shinjuku No. 1 Crossing.
Suzume
Suzume memadukan unsur kepercayaan tradisional dan cerita rakyat Jepang. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai elemen seperti patung kucing hingga cacing yang muncul setelah melewati pintu dan memicu bencana, yang memiliki dasar dari kepercayaan masyarakat Jepang.
Film ini mengikuti perjalanan Suzume setelah secara tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda bernama Sota Munakata, seorang Daijin atau “penjaga pintu” yang memiliki kemampuan untuk menyegel bencana.
Perjalanan lintas wilayah yang mereka jalani juga menggambarkan luka besar yang pernah dialami Jepang, yaitu Great East Japan Earthquake, sehingga kisahnya mendapat respons emosional dari banyak penonton Jepang.
Salah satu lokasi yang paling terkenal adalah jembatan tempat Suzume melompat. Jembatan tersebut adalah Hijiribashi Bridge di Ochanomizu. Jembatan ini juga memiliki latar belakang keagamaan yang cukup kuat.
Menikmati Karya Makoto Shinkai Lewat Ziarah Lokasi, Jangan Lupa Menjaga Ketenangan
Film-film Makoto Shinkai dikenal dengan kemampuannya menggambarkan perasaan dan kerinduan antara karakter pria dan wanita. Pemandangan indah yang muncul secara natural dalam film pun banyak terinspirasi dari sudut-sudut kehidupan sehari-hari dan berbagai lokasi di Jepang.
Tokyo khususnya memiliki banyak lokasi ikonik yang muncul dalam berbagai film Makoto Shinkai. Jika kamu berkunjung ke Tokyo, menyukai pemandangan indah, atau merupakan penggemar karya Makoto Shinkai, jangan lupa mengunjungi tempat-tempat tersebut untuk berfoto dan merasakan langsung atmosfer yang menginspirasi film-film favoritmu.
Namun, perlu diingat bahwa lokasi-lokasi ini merupakan bagian dari lingkungan tempat tinggal masyarakat. Popularitasnya sebagai destinasi wisata dapat menimbulkan kebisingan dan sampah yang mengganggu kehidupan warga setempat.
Jadi, saat melakukan seichi junrei, tetaplah menjaga ketenangan, menghormati warga sekitar, dan jangan meninggalkan sampah. Dengan begitu, kita bisa menikmati keindahan lokasi-lokasi tersebut tanpa mengganggu kehidupan masyarakat setempat.



