Menginap di Hoshino Resorts KAI Yufuin bukan hanya tentang menikmati waktu beristirahat tanpa gangguan. Penginapan ini juga menawarkan beragam aktivitas yang memungkinkan wisatawan merasakan pengalaman yang lebih mendalam dan memanjakan kelima indra.
Mulai dari mencicipi hidangan khas pegunungan, mengenal lebih jauh budaya onsen Yufuin melalui sesi pengenalan budaya pemandian air panas, hingga membuat jimat jerami unik dengan tangan sendiri. Sebelum pulang, jangan lupa membawa oleh-oleh pilihan dari KAI Yufuin untuk mengabadikan kenangan perjalanan yang berkesan!
Hidangan Musiman dengan Cita Rasa Khas Pegunungan
Restoran KAI Yufuin terletak di lantai satu bangunan utama. Sekat dekoratif di sepanjang lorong menggunakan kertas washi khusus yang memadukan jerami padi, beras, alang-alang Shichito, dan bambu. Bahkan, lampunya pun dibuat menggunakan bambu dan kertas washi dari Prefektur Oita, menciptakan suasana pedesaan yang alami dan sederhana.
Selain tempat duduk di dekat jendela, area makan lainnya dirancang menyerupai ruang privat semi-tertutup. Dengan begitu, pengunjung dapat menikmati waktu bersantap bersama keluarga atau teman tanpa merasa terganggu oleh pandangan orang lain.
Makan Malam Hari Pertama: Yamazato Gibier Nabe Kaiseki
Salah satu pengalaman yang paling dinantikan saat menginap di ryokan dengan fasilitas onsen tentu saja mencicipi hidangan khas setempat. Karena menginap selama dua malam, penulis berkesempatan menikmati beragam sajian yang berbeda.
Pada malam pertama, hidangan yang disajikan adalah Yamazato Gibier Nabe Kaiseki, salah satu menu andalan KAI Yufuin yang mengangkat cita rasa bahan pangan khas pegunungan.
Sementara itu, makan malam hari kedua menyajikan Gyuniku Tōban-yaki Kaiseki, dengan daging sapi Bungo yang berasal dari merek lokal sebagai hidangan utama.
Berikut daftar menu makan malam hari pertama:
- Sakizuke (hidangan pembuka): Monaka berisi daging babi hutan dan jamur shiitake.
- Nimono-wan (sup): Olahan surimi abalon yang lembut.
- Hassun (hidangan pendamping): Cumi-cumi dengan saus kuning telur, pasta kacang polong dan pare, dada bebek dengan miso burdock, bola nasi goreng berisi udang dan sayuran, serta ikan ayu panggang.
- Tsukuri (sashimi): Sashimi musiman.
- Su-no-mono (hidangan berbumbu cuka): Kulit ikan fugu dan kulit ayam dengan jeli ponzu yuzu.
- Agemono (hidangan goreng): Tempura udang dengan kulit tahu, ikan mas goreng berbalut tepung tipis, serta tempura sayuran dengan saus lemon asin.
- Daimono (hidangan utama yang dimasak di meja): Hot pot dengan bahan-bahan pilihan dari pegunungan, dimasak menggunakan kayu bayberry Jepang.
- Shokuji (hidangan utama pendamping): Udon.
- Kanmi (hidangan penutup): Es krim susu dengan beras sangrai khas Jepang buatan KAI Yufuin, disajikan bersama jeli teh barley.
Baca Juga:
Makan Malam Hari Kedua: Gyuniku Tōban-yaki Kaiseki
Karena penulis tidak mengonsumsi sashimi, ia telah menyampaikan preferensi tersebut kepada pihak hotel saat melakukan reservasi. KAI Yufuin dengan penuh perhatian mengganti seluruh hidangan sashimi menjadi olahan ikan matang yang lezat dengan cita rasa manis alami.
Meski tidak semua preferensi makanan dapat dipenuhi, sebaiknya sampaikan sejak awal jika memiliki pantangan atau alergi terhadap bahan makanan tertentu saat melakukan reservasi.
Nasi putih pada malam itu dimasak langsung menggunakan panci tanah liat di dekat meja makan. Setelah matang, bagian bawah nasi menghasilkan kerak nasi yang renyah. Ketika disantap bersama irisan daging sapi panggang dengan kandungan lemak yang melimpah, perpaduan rasanya terasa begitu sempurna!
Berikut daftar menu makan malam hari kedua:
- Sakizuke (hidangan pembuka): Yuba segar yang disajikan seperti sashimi.
- Nimono-wan (sup): Tahu goreng burdock.
- Hassun (hidangan pendamping): Sayuran nanohana dengan saus kecap ala Rikyu, ayam dan anggur yang dipanggang dengan gaya Matsukaze, ikan wakasagi gulung rumput laut kombu, cream cheese yang dimarinasi dengan miso Arima, olahan labu ala Rikyu, udang yang dimarinasi dengan Shaoxing wine, serta belut anago gulung gaya Yawata.
- Otsukuri (sashimi): Sashimi musiman.
- Su-no-mono (hidangan berbumbu cuka): Rumput laut dengan cuka.
- Agemono (hidangan goreng): Udang goreng dengan rice cracker, umbi lily goreng dengan cita rasa khas Tosa, serta tempura sayuran dengan saus lemon asin.
- Mushimono (hidangan kukus): Chawanmushi atau puding telur kukus khas Jepang.
- Shokuji (hidangan utama pendamping): Daging sapi panggang di atas piring keramik dan kamameshi, yaitu nasi yang dimasak dalam panci.
- Kanmi (hidangan penutup): Warabimochi.
Sarapan ala Jepang
KAI Yufuin menyediakan dua pilihan sarapan, yaitu sarapan ala Jepang dan ala Barat. Tamu dapat memilih sesuai selera saat check-in. Karena menginap selama dua malam, penulis berkesempatan mencoba kedua jenis sarapan tersebut.
Menu sarapan ala Jepang terdiri dari tahu, ikan panggang, tamagoyaki atau telur dadar gulung khas Jepang, bakso ayam, tahu goreng, hijiki atau rumput laut hitam, bakso jamur shiitake, acar lobak yang diiris tipis, daging sapi yang dimasak dengan kecap dan jahe, burdock ala Rikyu, rumput laut kombu dengan umeboshi, jamur shiitake panggang di atas piring keramik, nasi putih, sup dango, aneka acar Jepang, dan yoghurt.
Sarapan ala Barat
Sementara itu, pilihan sarapan ala Barat menyajikan hidangan yang lebih beragam, seperti sup rebusan bergaya Prancis dengan bahan-bahan oden, jus yuzu, salad wortel dengan amazake atau minuman fermentasi beras khas Jepang, telur dadar panggang, sayuran rebus ala Italia, sosis, prosciutto atau ham mentah yang diawetkan, salmon asap yang dimarinasi, tiga jenis roti dengan mentega, serta yoghurt dengan selai.
Menikmati Pengalaman Berendam di Onsen KAI Yufuin
Yufuin memiliki sumber air panas yang melimpah dan menempati peringkat kedua di Jepang berdasarkan jumlah sumber mata air panasnya. Onsen di KAI Yufuin termasuk jenis mata air panas sederhana dengan sifat sedikit basa (weakly alkaline simple hot spring), sehingga terasa lembut dan nyaman saat digunakan untuk berendam.
Fasilitas pemandian dipisahkan menjadi area pria dan wanita. Masing-masing dilengkapi pemandian dalam ruangan dan rotenburo atau pemandian air panas terbuka. Pada siang hari, pengunjung dapat menikmati pemandangan Gunung Yufu, baik dari dalam maupun luar ruangan.
Rak di ruang ganti dan keranjang bambu merupakan beberapa elemen desain yang paling disukai oleh sang arsitek, Kengo Kuma. Sementara itu, perlengkapan mandi yang tersedia di area pancuran sama dengan yang disediakan di kamar.
Pemandian dalam ruangan memiliki dua kolam, yaitu kolam bersuhu hangat dan kolam bersuhu panas yang menggunakan air langsung dari sumbernya. Berbeda dengan keduanya, rotenburo menggunakan air bersuhu hangat agar pengunjung dapat berendam dengan lebih santai.
Hal menarik lainnya adalah tersedianya netto-yu atau pemandian dengan posisi berbaring. Pada malam yang cerah, pengunjung dapat berendam sambil memandang bintang-bintang di langit, menciptakan suasana yang romantis dan menenangkan.
Setelah selesai berendam, pengunjung juga dapat bersantai di area istirahat luar ruangan sambil menikmati minuman atau es loli.
Baca Juga:
Rencana Perjalanan Satu Hari ke Yufuin: Transportasi, Tempat Wisata, Kuliner, dan Penginapan
Mengenal Budaya Onsen Yufuin melalui Sesi Pengenalan
Setiap hari, KAI Yufuin mengadakan sesi pengenalan budaya onsen yang perlu dipesan terlebih dahulu. Dalam kegiatan ini, staf hotel menjelaskan berbagai pengetahuan dasar tentang pemandian air panas Yufuin dengan cara yang menarik dan interaktif.
Peserta juga diajak membuat kantong aromaterapi berisi minyak esensial. Menariknya, para staf di sini memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Jika terdapat tamu dari luar negeri, mereka bahkan dapat memberikan penjelasan menggunakan bahasa Jepang dan Inggris secara bergantian. Jadi, wisatawan yang tidak bisa berbahasa Jepang tetap dapat mengikuti kegiatan ini.
Setelah sesi berakhir, peserta akan mendapatkan buku khusus untuk mengumpulkan cap onsen khas KAI Yufuin. Buku tersebut dapat dibawa kembali setiap kali menginap di hotel KAI untuk mengumpulkan cap dari setiap kunjungan.
Selain buku cap onsen, setiap hotel di bawah naungan Hoshino Resorts juga menyediakan layanan penulisan buku perjalanan bagi para tamu. Buku ini dijual di toko hotel, sehingga cocok untuk wisatawan yang gemar mengoleksi kenang-kenangan perjalanan.
Membuat Jimat Jerami melalui Aktivitas Kerajinan Lokal
Setiap properti KAI menawarkan aktivitas kerajinan lokal yang merepresentasikan budaya daerah setempat dan perlu dipesan terlebih dahulu. Di KAI Yufuin, pengunjung dapat mengikuti kegiatan membuat jimat dari jerami padi.
Instruktur akan memandu peserta melalui setiap tahap pembuatan secara bertahap. Dengan sedikit kesabaran dan ketelitian, siapa pun dapat menghasilkan jimat jerami unik buatan sendiri untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.
Produk dan Oleh-Oleh Khas KAI Yufuin
Berwisata tentu belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh untuk diri sendiri atau dibagikan kepada keluarga dan teman. Meski toko di KAI Yufuin tidak terlalu besar, setiap produknya dipilih dengan cermat dan memiliki daya tarik tersendiri.
Salah satu produk yang menarik perhatian adalah wewangian dari June 8, merek asal Oita yang menawarkan produk aromaterapi. Selain itu, ada pula senbei dengan hiasan bunga kering yang tersedia secara eksklusif di KAI Yufuin. Produk ini cocok dijadikan oleh-oleh karena memiliki tampilan unik dan tidak mudah ditemukan di tempat lain.
Ingin Menikmati Liburan yang Menenangkan Tubuh dan Pikiran? Kunjungi Hoshino Resorts KAI Yufuin!
Meski tidak menyediakan banyak fasilitas hiburan tambahan, KAI Yufuin menawarkan pengalaman menginap yang menenangkan melalui lingkungan alami dan suasana yang santai. Di sini, pengunjung dapat memperlambat ritme kehidupan sehari-hari dan menikmati setiap momen dengan lebih sadar.
Jika berencana menginap di Hoshino Resorts KAI Yufuin, penulis sangat merekomendasikan untuk memesan kamar selama dua malam. Dengan begitu, Anda dapat menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan, meluangkan waktu untuk diri sendiri, dan menikmati perjalanan yang membantu menyegarkan tubuh serta pikiran.



