Edit Content

Follow Social Media Kami

6 Spot Wisata Kochi yang Wajib Dikunjungi oleh Wisatawan!

Table of Contents

Terletak di ujung selatan Shikoku dan dikelilingi Samudra Pasifik, Prefektur Kochi menawarkan spot wisata, berupa pemandangan laut yang megah dan kekayaan alam yang melimpah.

Di sini terdapat Sungai Shimanto yang dijuluki “aliran terakhir yang masih jernih di Jepang”, gua kapur misterius Ryugado, pantai indah Katsurahama, dan masih banyak lagi.

Kochi juga merupakan kampung halaman pahlawan bersejarah Sakamoto Ryoma; reruntuhan kastil dan patungnya membawa kita menelusuri kembali era Bakumatsu.

Di artikel kali ini kami akan memperkenalkan enam spot wisata terbaik di Kochi agar kamu dapat merasakan pesona unik dari tanah yang istimewa ini.

1. Katsurahama

Menghadap luasnya Samudra Pasifik, Katsurahama adalah salah satu ikon wisata paling terkenal di Kochi. Garis pantainya yang melengkung dengan latar hutan pinus hijau gelap membuatnya masuk dalam daftar “100 Pantai Terbaik Jepang”.

Meskipun ombaknya besar sehingga dilarang untuk berenang, pengunjung bisa berjalan santai sambil menikmati pemandangan pegunungan Shikoku dan panorama laut yang dramatis.

Katsurahama juga dikenal sebagai lokasi menikmati bulan sejak zaman dahulu, bahkan disebutkan dalam lagu rakyat khas Kochi, Yosakoi-bushi.

Setiap tahun menjelang pertengahan musim gugur, kawasan ini mengadakan acara “Moonwalk (ムーンウィーク)” yang menghadirkan suasana romantis.

Di ujung tebing Ryutozaki di sisi timur, berdiri patung Sakamoto Ryoma yang menatap ke arah laut. Di sekitarnya terdapat Taman Katsurahama, Akuarium Katsurahama, Museum Peringatan Sakamoto Ryoma, serta lokasi rumah masa kecil Ryoma.

Perpaduan keindahan alam dan sejarah menjadikan Katsurahama destinasi wajib bagi pecinta alam maupun budaya.

  • Alamat: Urado, Kota Kochi, Prefektur Kochi
  • Jam kunjungan: Bebas
  • Biaya: Gratis

2. Sungai Shimanto

Sungai Shimanto (Shimanto River) bermula dari kawasan pegunungan Kochi dan bermuara di Samudra Pasifik. Sebagai sungai terpanjang di Shikoku, aliran airnya yang jernih dan tenang membuatnya memperoleh julukan “aliran terakhir yang masih murni di Jepang”.

Dikelilingi pegunungan, suasananya tenang dan menyejukkan—tempat yang ideal untuk menjauh dari hiruk-pikuk kota dan menikmati kedamaian alam.

Salah satu ciri khasnya adalah chinka-bashi atau “jembatan tenggelam”. Jembatan tanpa pagar ini dirancang untuk terendam saat banjir agar tidak terbawa arus.

Meski terlihat menegangkan pada pandangan pertama, berjalan di atasnya memberikan rasa menyatu dengan alam, sementara bentuknya yang sederhana menjadi latar foto favorit wisatawan.

Pada Juni 2025, Asosiasi Pariwisata Kota Shimanto memperkenalkan maskot resmi Shinyanto Nyanko (しにゃんとニャンコ). Dirancang oleh mangaka Inoue Junya yang berasal dari Shimanto, kelima karakter kucing ini mewakili alam, budaya, industri, dan keramahan masyarakat setempat.

  • Alamat: Tsuno-cho, Yusuhara-cho, Nakatosa-cho, Shimanto-cho, Kota Shimanto, Prefektur Kochi
  • Jam kunjungan: Bebas
  • Biaya: Gratis

3. Ryugado Cave

Ryugado adalah salah satu dari tiga gua kapur terbesar di Jepang dan telah ditetapkan sebagai situs bersejarah serta monumen alam nasional.

Sebagai destinasi wisata utama Kochi, gua ini terbentuk sekitar 175 juta tahun lalu dan memiliki pemandangan dalam gua yang megah sekaligus misterius.

Salah satu daya tarik utamanya adalah “Kame-no-Tsubo” atau “Tempayan Dewa”, yaitu tembikar dari era Yayoi yang secara alami menyatu dengan stalaktit—fenomena yang sangat langka di dunia.

Ryugado menawarkan tiga jenis jalur eksplorasi:

  • Jalur wisata biasa, dapat dimasuki tanpa reservasi;
  • Jalur petualangan, membutuhkan reservasi dan dipandu oleh pemandu;
  • Jalur Nishimoto, jalur terbatas yang juga memerlukan reservasi.

Sebagian besar perlengkapan dapat dipinjam secara gratis dengan opsi menyewa baju kerja dan sepatu bot dengan harga murah.

Di luar gua, terdapat museum dengan pameran lengkap, restoran, dan toko suvenir. Cocok untuk aktivitas satu hari penuh.

Baik kamu yang ingin menikmati keindahan gua kapur atau menantang diri dalam petualangan bawah tanah, Ryugado akan memberikan pengalaman wisata yang tidak terlupakan.

  • Alamat: 1424 Sakagawa, Tosayamada-cho, Kota Kami, Prefektur Kochi
  • Jam buka:
    • [1 Maret–Akhir November] 08:30–17:00
    • [1 Desember–Akhir Februari] 08:30–16:30
  • Biaya:
    • Paket Wisata Biasa: Dewasa 1.200 yen, SMP 700 yen, SD 550 yen
    • Paket Petualangan (reservasi): Paket wisata + 1.500 yen/orang, sewa perlengkapan 1.000 yen/orang, biaya pengelolaan gua petualangan 200 yen/orang
    • Paket Nishimoto (reservasi): Paket wisata + 1.000 yen/orang, sewa perlengkapan 800 yen/orang, biaya pengelolaan Nishimoto 200 yen/orang

Baca Juga:

4. Niyodogawa

Niyodogawa atau Niyodo Blue adalah pemandangan tersembunyi di Prefektur Kochi yang dalam beberapa tahun terakhir sangat populer di kalangan fotografer.

Sungai Niyodo dikenal dengan kejernihan airnya yang luar biasa. Ketika cahaya matahari menyinari permukaan air dan langit biru terefleksi, sungai ini memperlihatkan warna biru sebening permata.

Dua lokasi paling ikonik untuk menikmati “Niyodo Blue” adalah kolam air terjun Nikobuchi yang dikelilingi hutan lebat; serta Ngutsu Valley, lembah megah dengan tebing dan aliran air jernih.

Warna Sungai Niyodo berubah mengikuti musim—terkadang biru pekat, terkadang hijau zamrud—sehingga setiap kunjungan menghadirkan kesan yang berbeda.

Kejernihannya yang memesona bukan hanya menarik perhatian wisatawan Jepang, tetapi juga populer di kalangan turis mancanegara. Bahkan, ada yang mengatakan popularitasnya kini melampaui ketenaran Sakamoto Ryoma.

Selain pemandangan sungainya, Kota Niyodogawa juga memiliki banyak tempat wisata alam lainnya, seperti air terjun megah, sakura yang bermekaran di musim semi, bunga momo, hingga hutan ginkgo berwarna emas.

Wisatawan juga dapat bersantai di kafe tepi sungai atau menikmati kegiatan trekking dan river trekking untuk mengeksplorasi lebih dalam pesona alamnya.

  • Alamat: Niyodogawa-cho, Distrik Agawa, Prefektur Kochi
  • Jam kunjungan: Bebas
  • Biaya: Gratis

5. Sakamoto Ryoma Bronze Statue

Terletak di dalam Taman Katsurahama, kawasan Urado, Kota Kochi, Sakamoto Ryoma Bronze Statue adalah salah satu landmark paling terkenal di daerah tersebut.

Patung ini dibangun melalui penggalangan dana oleh para pemuda Kochi dan selesai pada tahun 1928.

Ryoma digambarkan mengenakan kimono dengan salah satu tangan diselipkan ke dalam lipatan pakaian, namun mengenakan sepatu kulit bergaya Barat—simbol pemikirannya yang maju.

Patung setinggi 5,3 meter ini, dengan total tinggi termasuk pondasi mencapai 13,5 meter, berdiri gagah menghadap luasnya Samudra Pasifik.

Setiap tahun, selama dua bulan mulai awal April serta dua bulan menjelang 15 November—tanggal lahir dan wafat Ryoma—akan dipasang dek observasi khusus di samping patung.

Pengunjung bisa berdiri sejajar dengan tinggi mata Ryoma dan menikmati panorama Pasifik yang sama dengannya.

Di dalam Taman Katsurahama juga terdapat berbagai situs sejarah terkait Ryoma, menjadikannya destinasi favorit para pencinta sejarah.

Setiap bulan November, festival besar “Ryoma Matsuri” digelar di sini, menarik pengunjung dari seluruh Jepang.

Patung Sakamoto Ryoma bukan hanya simbol penghormatan bagi tokoh penting era Bakumatsu, tetapi juga menjadi ikon spiritual bagi Katsurahama dan Kochi—mengajak pengunjung merasakan semangat Ryoma yang seluas lautan.

  • Alamat: Dalam area Taman Katsurahama, Urado, Kota Kochi
  • Jam kunjungan: Bebas
  • Biaya: Gratis

Baca Juga:

6 Pilihan Hotel Terbaik di Jepang untuk Melihat Bulan (Tsukimi)

6. Kitagawa village “Monet’s Garden” Marmottan

Taman ini dibangun dengan meniru “Monet’s Garden” yang dicintai pelukis impresionis Prancis, Claude Monet.

Proses pembuatannya diawasi langsung oleh Fondation Claude Monet, sehingga suasananya dibuat sedekat mungkin dengan taman asli yang sangat dicintai sang maestro.

Dipenuhi hijau pepohonan dan bunga-bunga yang bermekaran, taman ini serasa membawa pengunjung masuk ke dunia dongeng penuh nuansa impresionis.

Sorotan utama taman ini tentu saja adalah area yang mereplikasi lukisan ikonik Monet, Water Lilies (Nymphéas).

Bunga teratai mekar pada puncaknya antara bulan Juli hingga September—periode terbaik untuk berkunjung. Dengan pantulan cahaya yang berubah seiring waktu, berjalan santai, menikmati bunga, atau duduk beristirahat di tepi kolam memberikan pengalaman bagaikan di dalam sebuah lukisan.

Spot wisata di Kochi ini juga menjadi lokasi kencan yang sangat romantis, ideal bagi pasangan yang ingin merasakan suasana artistik ala Monet.

  • Alamat: 1100 Notomo Kou, Desa Kitagawa, Distrik Aki, Prefektur Kochi
  • Jam buka: 09.00–17.00 (batas masuk terakhir 16.30)
  • Biaya: Dewasa 1.000 yen, Pelajar SMP & SD 500 yen, Anak prasekolah gratis

Jadi, itulah enam spot wisata terbaik di Kochi yang kami rekomendasikan untuk kamu datangi saat berkunjung ke kota tersebut. Nikmati keindahan alam, sejarah, dan budaya yang memukau di sana!

Share Postingan Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest