Pada perayaan tahun baru, orang Jepang tidak hanya menikmati hidangan osechi, tetapi juga menuangkan dan meminum sake toso. Kegiatan ini menjadi salah satu kebiasaan tradisional di Jepang sejak lama.
Jangan minum alkohol saat mengemudi, dan jangan mengemudi setelah minum alkohol. Dilarang mengemudi dalam keadaan mabuk. Dilarang minum alkohol bagi yang berusia di bawah 18 tahun. Konsumsi alkohol berlebihan berbahaya bagi kesehatan.
Apa itu Sake Toso?

Sake Toso (お屠蘇/おとそ) adalah minuman yang diminum pada bulan pertama tahun baru dengan tujuan mengusir energi buruk sepanjang tahun dan mendoakan umur panjang. Minuman ini dibuat dengan merendam Toso-san (とそ散), yaitu campuran berbagai jenis tanaman obat ke dalam sake merah, sake Jepang, atau mirin.
Dalam kitab Bencao Gangmu (本草綱目), Toso-san dicatat mengandung bahan-bahan seperti atractylodes merah, kayu manis (kulit kayu manis), saposhnikovia, baji, rhubarb, aconitum, dan kacang azuki merah.
Sementara itu, versi modern biasanya menggunakan bahan obat yang lebih umum seperti lada Jepang (sanshō), asarum, kayu manis, jahe kering, atractylodes putih, dan akar platycodon.
Orang Jepang pada zaman dahulu percaya bahwa Toso-san dapat memperkuat tubuh, dan resepnya pun berbeda-beda tergantung zaman dan daerah.
Meskipun asal-usul toso berasal dari Tiongkok—di mana sejak Dinasti Tang sudah ada kebiasaan meminum Toso pada bulan pertama tahun—tradisi ini kini hampir tidak lagi terlihat di Tiongkok. Sebaliknya, Jepang justru mempertahankan tradisi budaya ini hingga sekarang.
Asal-usul Budaya Sake Toso

Asal-usul istilah “Toso” memiliki berbagai pendapat. Salah satunya mengatakan bahwa di Tiongkok selatan pada zaman kuno terdapat rumah jerami yang disebut “Toso”, sehingga sake yang dibuat di rumah tersebut disebut sake Toso.
Ada pula pendapat lain yang menyatakan bahwa kata “su” (蘇) memiliki makna “roh jahat pembawa penyakit”, sehingga “Toso” berarti mengusir roh jahat tersebut.
Namun, baik di Tiongkok maupun Jepang, minum sake Toso sama-sama mengandung makna doa untuk umur panjang dan penolak bala.
Tradisi ini masuk ke Jepang pada zaman Heian. Awalnya hanya kaum bangsawan yang meminumnya dalam upacara Tahun Baru. Pada zaman Edo, kebiasaan ini menjadi semakin umum dan perlahan menyebar ke masyarakat luas, hingga bertahan sampai sekarang.
Menariknya, bahan sake yang digunakan untuk membuat Toso berbeda-beda di tiap daerah. Misalnya, di Kumamoto digunakan sake merah, sedangkan di Kagoshima digunakan sake hitam, sehingga menciptakan tradisi khas daerah masing-masing.
Baca Juga:
Sejarah Mandi Laut (Shio Toji) di Jepang, Resep Dokter untuk Menyembuhkan Penyakit!
Sake Toso dalam Perayaan Tahun Baru Jepang

Sake Toso biasanya disajikan menggunakan peralatan khusus yang disebut Toso-ki (とそ器). Peralatan ini meliputi teko sake yang disebut chōshi beserta hiasannya, cawan sake (sakazuki), dudukan cawan (sakazuki-dai), dan baki di bagian bawah (toso-dai).
Cawan sake terdiri dari tiga ukuran, yaitu besar, sedang, dan kecil. Biasanya terbuat dari pernis merah, pernis hitam, atau logam seperti perak dan timah.
Menariknya, peralatan serupa juga digunakan dalam upacara pernikahan (dengan jumlah yang sedikit berbeda) dan yang diminum adalah sake biasa.
Menjelang akhir tahun, beberapa apotek, toko obat tradisional, dan supermarket mulai menjual Toso-san dalam bentuk kantong teh.
Pada malam tahun baru (31 Desember), sake Jepang atau hon-mirin dituangkan ke dalam cawan atau teko, lalu kantong Toso-san direndam semalaman.
Pada pagi 1 Januari, minuman ini siap dinikmati dengan aroma khas perpaduan rempah dan sake. Minuman ini juga bisa diberi tambahan gula agar rasanya lebih manis.
Waktu minumnya adalah pagi hari tanggal 1 Januari. Pertama-tama, tangan dibasuh dengan air pertama yang mengalir di Tahun Baru yang disebut wakimizu, lalu berdoa di altar Buddha. Setelah itu, keluarga berkumpul dan orang yang paling muda meminum terlebih dahulu, kemudian bergiliran hingga anggota keluarga yang paling tua.
Saat minum, harus menghadap ke arah timur sambil mengucapkan, “Jika satu orang minum, seluruh keluarga tidak akan sakit; jika satu keluarga minum, satu desa pun tidak akan sakit.” Setelah itu barulah menikmati hidangan osechi Tahun Baru.
Menariknya, saat minum sake Toso, minuman diminum dalam tiga tegukan. Dua tegukan pertama hanya membasahi bibir dan tegukan ketiga diminum sekaligus sampai habis.
Orang yang berada dalam usia sial (yakudoshi)—yaitu pria berusia 25, 42, dan 61 tahun, serta wanita berusia 19, 33, 37, dan 61 tahun—dianggap lebih rentan terhadap penyakit dan musibah. Mereka harus minum paling terakhir tanpa memandang status atau usia dalam keluarga karena dipercaya dapat membuat orang lain ikut menanggung sebagian kesialan tersebut.
Cobalah Sake Toso di Jepang!
Ingin merasakan budaya perayaan yang unik? Jika suatu hari Japafans berkesempatan merayakan Tahun Baru di Jepang, jangan lupa mencoba segelas sake Toso, ya.
Jangan minum alkohol saat mengemudi, dan jangan mengemudi setelah minum alkohol. Dilarang mengemudi dalam keadaan mabuk. Dilarang minum alkohol bagi yang berusia di bawah 18 tahun. Konsumsi alkohol berlebihan berbahaya bagi kesehatan.




