Iyonada Monogatari JR Shikoku: Kereta Wisata Eksklusif dengan Pemandangan Seto Inland Sea

Table of Contents

Kereta wisata JR Shikoku “Iyonada Monogatari” beroperasi di Jalur Yosan antara Stasiun Matsuyama hingga Stasiun Iyo-Ozu dan Stasiun Yawatahama.

Kereta ini memungkinkan penumpang menikmati hidangan lezat sambil menyaksikan pemandangan indah Laut Seto Inland Sea.

“Iyonada Monogatari” terdiri dari tiga gerbong dengan total hanya 58 kursi sehingga sangat populer. Di setiap stasiun yang dilewati, warga lokal akan melambaikan tangan untuk mengantar kepergian kereta,

Selain menikmati pemandangan, pengalaman ini juga akan membuat penumpang bisa merasakan keramahan yang hangat dari masyarakat setempat.

Kali ini, tim japaholic beruntung bisa menaiki “Iyonada Monogatari” edisi Dogo dan akan membagikan pengalaman langsung menjajal salah satu kereta wisata paling populer di Shikoku.

Iyonada Monogatari

“Iyonada Monogatari” terdiri dari tiga gerbong, yaitu Gerbong 1 Akane no Sho, Gerbong 2 Ogon no Sho, dan Gerbong 3 Kayo no Sho.

Warna gerbong pertama menggunakan warna merah senja (akane) yang melambangkan matahari terbenam menyala. Gerbong kedua menggunakan warna emas yang melambangkan matahari dan jeruk khas daerah tersebut.

Sementara Gerbong 3 Kayo no Sho merupakan ruang VIP privat yang hanya dapat dimasuki penumpang dengan reservasi khusus. Penumpang dari dua gerbong lainnya tidak diperbolehkan masuk untuk melihat atau mengambil foto.

Empat Rute Iyonada Monogatari

“Iyonada Monogatari” beroperasi di Jalur Yosan antara Stasiun Matsuyama hingga Stasiun Iyo-Ozu dan Stasiun Yawatahama dengan total empat rute perjalanan.

Edisi Ozu beroperasi dari Stasiun Matsuyama menuju Stasiun Iyo-Ozu dan menyajikan sarapan Jepang. Edisi Futami beroperasi dari Stasiun Iyo-Ozu menuju Stasiun Matsuyama dan menyajikan makan siang Jepang.

Edisi Yawatahama beroperasi dari Stasiun Matsuyama menuju Stasiun Yawatahama dan menyajikan makan siang French cuisine, sedangkan Edisi Dogo beroperasi dari Stasiun Yawatahama menuju Stasiun Matsuyama dan menyajikan French afternoon tea.

Baca Juga:

Jadwal Operasi dan Biaya April–September 2026

Pada dasarnya “Iyonada Monogatari” beroperasi setiap Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. Kadang-kadang tersedia perjalanan tambahan pada hari Jumat. Jadwal operasi untuk April hingga September kini telah diumumkan dan reservasi juga sudah dapat dilakukan melalui situs resmi.

Biaya perjalanan terdiri dari tiket kereta, biaya limited express, biaya Green Car, dan biaya makanan.

Selain biaya makanan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan masing-masing, biaya lainnya wajib dibayar. Perlu diperhatikan bahwa penumpang tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar ke dalam kereta.

Jika ingin memesan Gerbong 3 VIP, maka biaya terdiri dari tiket kereta, biaya limited express, biaya ruang privat, dan biaya makanan. Gerbong 3 hanya dapat dipesan minimal untuk dua orang.

Harga makanan berbeda tergantung rute perjalanan; sarapan dan afternoon tea seharga 3.500 yen, sedangkan makan siang seharga 6.000 yen.

Pengalaman Naik Iyonada Monogatari – Edisi Dogo

Kali ini, tim Japaholic menaiki “Iyonada Monogatari – Dogo Edition”. Di dalam stasiun tersedia lounge khusus penumpang Iyonada Monogatari, sehingga jika datang terlalu awal pun bisa beristirahat di sana.

Stasiun Yawatahama juga merupakan salah satu lokasi yang muncul dalam film karya Makoto Shinkai, Suzume. Di dalam stasiun terdapat kursi berkaki tiga yang lucu untuk berfoto.

Kereta ini berangkat pukul 16:27 dari Stasiun Yawatahama dan dijadwalkan tiba di Stasiun Matsuyama pukul 18:30. Dalam perjalanan, kereta berhenti di Stasiun Shimonada sehingga penumpang dapat menikmati pemandangan indah Iyo-Nada dari dekat.

Di pintu masuk tiap gerbong terdapat karpet dengan warna yang sesuai tema gerbongnya. Sejak pertama kali naik, keramahan khas Jepang sudah langsung terasa.

Interior Gerbong

Karena perjalanan kali ini merupakan charter pribadi, seluruh kereta hanya diisi rombongan kami. Namun karena Gerbong 1 penuh, maka digunakan foto resmi sebagai ilustrasi.

Sesuai nama Akane no Sho, bantalan kursinya menggunakan warna merah. Di kursi kosong terdapat maskot Prefektur Ehime “Mican” yang menemani penumpang. Boneka ini bebas dipeluk dan digunakan untuk berfoto.

Gerbong kedua Ogon no Sho menggunakan desain bernuansa hangat. Kedua gerbong memiliki jendela besar sehingga penumpang dapat menikmati pemandangan luar dengan nyaman.

Karena perjalanan charter, saya juga mendapat kesempatan melihat Gerbong 3 Kayo no Sho. Suasananya benar-benar berbeda dibanding dua gerbong sebelumnya yang terasa hangat dan santai.

Interiornya didominasi kayu berwarna gelap dengan lampu gantung metalik mewah yang memberikan kesan elegan dan berkelas.

Baca Juga:

5 Destinasi Wisata Terbaik Jepang di Bulan Juni 2026!

French Afternoon Tea

Afternoon tea “Iyo-Nada no Kaoribako” yang disajikan pada Edisi Dogo disediakan oleh restoran French cuisine Petit Paris dari Matsuyama, Ehime. Menu afternoon tea diganti setiap dua bulan sekali, dan kali ini kami menikmati menu musim semi.

Wadah afternoon tea menggunakan keramik tradisional Tobe-yaki khas Ehime. Hidangan tersusun dalam dua tingkat manis dan gurih, disajikan bersama satu teko teh hitam Iyo-Nada.

Untuk dessert tersedia caramel banana tart, sakura mousse, buah-buahan, madeleine, macaron, dan pistachio cream. Sementara hidangan gurih terdiri dari potato salad sandwich, quiche, dan scone. Selai pendampingnya berupa kiwi jam yang terasa sangat unik karena baru pertama kali saya mencobanya.

Pemandangan Sepanjang Perjalanan dan Keramahan Warga Lokal

Karena perjalanan ini berlangsung saat musim sakura, jendela kereta sering dipenuhi pemandangan bunga sakura bermekaran. Saat melewati Ozu Castle, sakura sedang berada dalam kondisi full bloom, dan kereta bahkan melambat agar penumpang dapat menikmati pemandangan dengan lebih puas.

Walaupun kereta tidak berhenti di setiap stasiun, sepanjang perjalanan selalu ada warga lokal yang melambaikan tangan ke arah kereta. Semua penumpang pun tampak sangat senang.

Kebetulan teman kami sedang menikmati hanami di Ozu Castle dan berhasil memotret momen kereta lewat, termasuk warga Ozu yang berdiri sambil mengibarkan bendera untuk menyambut kereta.

Shimonada Station dan Pemandangan Laut yang Menakjubkan

Daya tarik terbesar Edisi Dogo adalah kesempatan menikmati sunset Laut Seto Inland Sea di Shimonada Station.

Awalnya hujan turun sejak siang sehingga saya hampir menyerah berharap melihat sunset. Namun dua jam sebelum keberangkatan, hujan tiba-tiba berhenti. Karena itu kami bisa menyaksikan sunset indah yang terkenal saat kereta berhenti di Shimonada Station.

Menariknya, ketika turun dari kereta, di luar stasiun sudah berkumpul banyak wisatawan yang menunggu untuk memotret sunset dan kereta, seolah-olah mereka sedang menyambut para penumpang.

Hari itu matahari diperkirakan terbenam pukul 18:30, sementara kereta tiba di Shimonada pukul 17:50, sehingga waktunya terasa sangat sempurna.

Kereta hanya berhenti selama delapan menit, sehingga semua penumpang segera turun untuk menikmati pemandangan luar biasa yang mungkin hanya bisa ditemui beberapa kali seumur hidup.

Jika berkesempatan menaiki kereta ini, pastikan segera kembali ke kereta saat bel berbunyi. Jangan terlalu asyik memotret sampai tertinggal kereta.

Foto Kenang-Kenangan dan Stempel Memorial

Kereta wisata di Jepang biasanya menyediakan papan foto dan stempel memorial bagi penumpang, dan JR Shikoku “Iyonada Monogatari” juga tidak terkecuali.

Setelah afternoon tea selesai, semua penumpang bergantian mengambil foto kenang-kenangan bersama Mican.

Di antara Gerbong 2 dan Gerbong 3 tersedia area untuk cap memorial. Setiap orang dapat mengambil satu kartu pos untuk diberi stempel.

Karena kereta sedikit bergoyang saat berjalan, ternyata cukup sulit mendapatkan cap yang sempurna. Bahkan saya salah menempatkan cap tanggal, benar-benar sebuah kesalahan kecil yang lucu.

Merchandise Eksklusif Iyonada Monogatari

Tentu saja perjalanan belum lengkap tanpa membeli suvenir. Begitu naik kereta, di atas meja sudah tersedia menu hari itu dan brosur merchandise resmi.

Setelah naik kembali dari Shimonada Station, staf akan mendorong troli dan menanyakan apakah ada barang yang ingin dibeli. Jika ingin melihat barang aslinya terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli juga diperbolehkan.

Karena logonya sangat cantik, saya akhirnya membeli gelas kaca dengan logo “Iyonada Monogatari” sebagai kenang-kenangan.

Produk yang tersedia bisa berbeda tergantung periode perjalanan, sehingga merchandise saat naik nanti mungkin tidak sama dengan yang saya temui kali ini.

■ OFFICIAL SITE

Menikmati Perjalanan Kereta yang Tidak Biasa

Saya benar-benar merasa beruntung akhirnya bisa menaiki “Iyonada Monogatari” yang sudah lama ingin saya coba, terutama karena berhasil menikmati highlight utama Edisi Dogo, yaitu sunset Laut Seto Inland Sea.

Baik duduk di kursi sisi laut maupun sisi pegunungan sama-sama menyenangkan. Kursi sisi gunung memungkinkan penumpang melihat warga lokal yang terus melambaikan tangan sepanjang perjalanan, sementara kursi sisi laut menawarkan pemandangan laut yang sangat dekat dan indah.

Awalnya kami mengira perjalanan dua jam akan terasa panjang, tetapi ternyata sangat padat pengalaman dan sama sekali tidak membosankan.

Jika kalian berencana bepergian ke Shikoku, kami sangat merekomendasikan memasukkan “Iyonada Monogatari” ke dalam itinerary perjalanan Japafans.

Share Postingan Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest