Mungkin banyak orang mengenal berbagai kisah gila dan cerita cinta para sastrawan Jepang lewat anime maupun drama Jepang.
Kali ini kita akan membahas seorang sastrawan yang pernah ditabrak kereta Yamanote Line, lalu memilih menjalani pemulihan selama tiga minggu di Kinosaki Onsen. Ia juga dijuluki sebagai “Dewa Novel” dalam dunia sastra Jepang, yaitu Naoya Shiga.
Naoya Shiga: Penulis yang Menggambarkan Sisi Terdalam Manusia

Naoya Shiga lahir pada tahun 1883 (Meiji 16) di Prefektur Miyagi. Setelah diterima di Tokyo Imperial University (sekarang University of Tokyo), ia memutuskan keluar dari kampus dan bersama para sastrawan seperti Saneatsu Mushanokōji dan Takeo Arishima mendirikan majalah sastra bernama “Shirakaba”.
Berbeda dengan aliran naturalisme yang berusaha menggambarkan realitas secara apa adanya, para penulis “Shirakaba School” lebih menekankan individualitas dan pencarian ideal pribadi, sehingga memberikan pengaruh besar pada dunia seni dan sastra saat itu.
Karya pendek terkenalnya antara lain “The Shopboy’s God” (小僧の神様) dan “At Kinosaki” (城の崎にて), sedangkan novel panjangnya yang paling klasik adalah “A Dark Night’s Passing” (暗夜行路).
Latar Belakang Keluarga yang Rumit

Kehidupan tragis seorang sastrawan sering kali dimulai dari keluarga. Meski ayahnya bekerja di bank dan ibunya berasal dari keluarga samurai bawahan, kehidupan Naoya Shiga tidak berjalan harmonis.
Suatu ketika Naoya ingin menyelidiki lokasi insiden pencemaran tambang “Ashio Copper Mine Pollution Incident”, tetapi ditentang keras oleh ayahnya. Sejak saat itu hubungan mereka memburuk.
Kemudian Naoya ingin menikahi pelayan perempuan di rumahnya sendiri, namun lagi-lagi ditentang sang ayah.
Pengalaman tersebut tampaknya memengaruhi novel “A Dark Night’s Passing”. Dalam cerita itu, tokoh utama Kensaku Tokito menemukan bahwa ayah kandungnya sebenarnya adalah kakeknya sendiri. Setelah itu istrinya juga berselingkuh dengan pria lain.
Di tengah latar keluarga dan percintaan yang penuh penderitaan tersebut, Kensaku memulai perjalanan untuk berdamai dengan dirinya sendiri.
Alur cerita yang dramatis seperti sinetron ini mungkin memang hanya bisa ditulis oleh Naoya Shiga.
Baca Juga:
Kenapa Tidak Boleh Bertato saat Berendam di Onsen ?
Seorang Novelis yang Tidak Punya “Kecelakaan Kerja”, tapi Tetap Terluka: At Kinosaki
“Setelah ditabrak kereta Yamanote Line dan terluka, demi pemulihan aku pergi sendirian ke Kinosaki Onsen di Tajima.”
(山の手線の電車に跳ね飛ばされて怪我をした、其後養生に、一人で但馬の城崎温泉へ出掛けた。)
Kalimat pembuka karya “At Kinosaki” langsung mengejutkan pembaca. Tapi bagaimana seseorang bisa sampai ditabrak kereta?
Penyebab pastinya memang tidak diketahui, namun dari beberapa manuskrip lain bisa diperkirakan situasinya. Saat itu Naoya terpental sekitar enam hingga tujuh meter, punggungnya mengalami benturan keras, dan kepalanya robek cukup parah.
Anehnya, ia hanya dirawat selama dua minggu sebelum keluar dari rumah sakit.
Dokter kemudian menyarankan agar ia menjalani terapi onsen untuk mencegah infeksi tuberkulosis yang dapat menyebabkan penyakit tulang. Dari situlah Naoya Shiga menjadi salah satu tokoh paling terkenal dalam sejarah “onsen therapy”.
Penginapan tempat ia menginap saat itu adalah ryokan “Mikiya”, yang juga menjadi tempat lahirnya cerita pendek “At Kinosaki”. Cerita tersebut membahas refleksi tentang hidup dan mati melalui pengamatan terhadap kematian makhluk hidup selama masa pemulihan.
Cucu Perempuannya Mendapati Naoya Menjadi Karakter Game 2D
自分の祖父がキャラクター化されるなんて、
思いもしなかった。
ゲーム『文豪とアルケミスト』の中で、
白樺派の作家である志賀直哉が登場し、
アクリルスタンドやキーホルダー、
ぬいぐるみといったグッズになっている。
その光景を目にすると、孫としてどこか
不思議な気持ちになる。… pic.twitter.com/iQN0SytbcO— y.yamada (@sophie_1961) April 4, 2026
Dalam game bertema sastra Jepang untuk perempuan berjudul “Bungo to Alchemist”, terdapat karakter yang dibuat berdasarkan Naoya Shiga.
Belum lama ini, cucu asli Naoya Shiga sempat menulis bahwa:
“Tidak pernah terpikir kakek saya akan dicintai banyak orang dengan cara seperti ini. Rasanya agak malu juga.”
Mungkin Naoya Shiga sendiri juga tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari dirinya akan berubah menjadi karakter game.
Setelah membaca kisah Naoya Shiga, apakah kamu jadi semakin tertarik dengan sastra Jepang?
Di banyak destinasi wisata Jepang biasanya dijual merchandise kreatif yang berkaitan dengan sastrawan lokal. Jadi kalau suatu hari berkesempatan pergi ke Kinosaki Onsen, jangan lupa mencoba mencari jejak Naoya Shiga di sana!



