Kedai sarapan di Indonesia tersebar di mana-mana, membuat banyak wisatawan asing merasa kagum dan memuji berbagai hidangan lezat yang ditawarkan. Namun saat di Jepang, rasanya tidak mudah untuk menemukan kedai sarapan di pinggir jalan.
Bagi yang pernah berwisata ke negeri sakura, kamu mungkin juga menyadari hal ini, bukan? Kira-kira apa alasan mengapa banyak kedai sarapan di Jepang?
Mengapa Jepang Tidak Memiliki Kedai yang Menjual Sarapan?

Di jalanan Jepang, kita jarang melihat kedai sarapan yang menjamur seperti di Indonesia. Selain karena industri kuliner dan jajanan di Indonesia sangat berkembang, hal ini juga berkaitan erat dengan perbedaan budaya dan sistem sosial.
Di Indonesia, keluarga dengan kedua orang tua bekerja (dual income) sangat umum. Biasanya, kedua orang tua sibuk bekerja di pagi hari sehingga tidak memiliki waktu untuk menyiapkan sarapan bagi keluarga.
Akibatnya, membeli sarapan di luar menjadi pilihan utama yang kemudian mendorong berkembang pesatnya kedai sarapan di Indonesia.
Sementara di Jepang, generasi sebelumnya (era Showa) masih banyak menganut konsep tradisional: pria bekerja di luar, wanita mengurus rumah tangga. Oleh karena itu, ibu yang berada di rumah memiliki cukup waktu untuk menyiapkan sarapan bagi suami dan anak-anak.
Kebiasaan ini bahkan masih berlanjut hingga sekarang sehingga banyak keluarga Jepang tetap terbiasa sarapan di rumah sebelum beraktivitas.
Selain itu, jam masuk sekolah di Jepang relatif lebih siang dibandingkan Indonesia. Kecuali ada latihan pagi untuk kegiatan ekstrakurikuler, siswa umumnya cukup datang ke sekolah sekitar pukul 08.40–08.50.
Berbeda dengan Indonesia yang mengharuskan siswa sudah tiba sekitar pukul 07.00. Ini membuat keluarga di Jepang memiliki waktu lebih longgar untuk menyiapkan sarapan.
Di sisi lain, Jepang juga memiliki berbagai jenis minimarket. Banyak orang yang lajang atau mereka yang tidak sempat menyiapkan sarapan akan membeli makanan di minimarket. Bahkan, mereka membelinya sehari sebelumnya agar tidak perlu terburu-buru di pagi hari.
Baca Juga:
Malatang Jadi Tren Baru di Jepang, Para Anak Muda Rela Antre Panjang
Apa Saja Menu Sarapan Khas Jepang?

Sebagian besar orang sudah cukup familiar dengan sarapan khas Indonesia, seperti bubur, nasi uduk, nasi kuning, dll. Lalu bagaimana dengan Jepang?
Di Jepang, menu sarapan yang populer cukup beragam, namun berbeda antara yang disiapkan di rumah dan yang dibeli di luar.
Jika disiapkan oleh keluarga di rumah, sarapan yang dihidangkan biasanya meliputi natto, bacon, telur goreng, tamagoyaki (telur dadar gulung khas Jepang), ikan salmon panggang, sosis, umeboshi (acar plum), serta sup miso.
Sementara itu, jika membeli di minimarket, pilihan yang umum antara lain onigiri (nasi kepal), roti, bakpao, sandwich, dan donat.
Budaya Sarapan yang Berbeda
Meski Indonesia dan Jepang memiliki perbedaan besar dalam budaya sarapan, keduanya juga memiliki kesamaan, yaitu saling mengagumi budaya makan satu sama lain.
Orang Indonesia sering merasa iri dengan sarapan Jepang yang terlihat lebih lengkap dan bergizi. Sebaliknya, orang Jepang juga mengagumi Indonesia karena mudahnya menemukan kedai sarapan lezat di mana saja.
Namun pada akhirnya, selera setiap orang berbeda-beda. Jadi, kamu sendiri lebih suka budaya sarapan yang mana?




