Drama Jepang musim semi 2026, TAGUSARI bros. (田鎖ブラザーズ), dibintangi oleh Masaki Okada dan Shota Sometani. Serial kriminal misteri orisinal ini diproduseri oleh Junko Arai, sosok di balik Unnatural, MIU404, dan My Love Mix-Up.
Berangkat dari sebuah kasus yang tak lagi bisa diadili secara hukum, drama ini mengisahkan perjalanan dua saudara yang terus mengejar kebenaran meski waktu telah berlalu begitu lama.
Sinopsis Episode Pertama TAGUSARI bros.

Pada 27 April 2010, Tasagami Makoto (Masaki Okada) dan adiknya, Minoru (Shota Sometani), menyaksikan laporan berita mengenai perubahan hukum di Jepang.
Seiring revisi Undang-Undang Prosedur Pidana, batas waktu penuntutan untuk kasus-kasus berat seperti pembunuhan resmi dihapuskan.
Bagi Mereka, Perubahan Itu Datang Terlambat.
Pada tahun 1995, kedua orang tua mereka dibunuh secara tragis. Sayangnya, masa kedaluwarsa penuntutan kasus tersebut telah berakhir hanya dua hari sebelum aturan baru diberlakukan. Artinya, pelaku yang merenggut seluruh kehidupan mereka tidak akan pernah bisa dihukum oleh hukum.
Waktu Seolah Berhenti Bagi Keduanya.
Bertahun-tahun kemudian, Makoto menjadi detektif Kepolisian Prefektur Kanagawa yang terus menangani berbagai kasus di garis depan. Sementara itu, Minoru bekerja sebagai pemeriksa forensik yang menganalisis jenazah dan barang bukti dengan ketelitian tinggi, menjadikannya sosok penting dalam proses pengungkapan kasus.
Mereka berdiri di sisi yang berbeda dalam pencarian kebenaran, tetapi selalu bergerak menuju tujuan yang sama.
Suatu hari, mereka menangani sebuah kasus kematian di ruang terkunci. Sekilas terlihat seperti kematian biasa, tetapi terdapat berbagai kejanggalan yang sulit dijelaskan.
Ketika kasus baru mulai bersinggungan dengan kenangan masa lalu, muncul pertanyaan yang tak bisa diabaikan: apakah kasus yang telah “ditutup” oleh waktu benar-benar telah tenggelam dalam kegelapan? Ataukah masih menunggu untuk kembali terungkap?
Baca Juga:
Masaki Okada dan Shota Sometani Kembali Beradu Akting

Drama Jepang, “TAGUSARI bros.”, menjadi proyek keenam yang mempertemukan Masaki Okada dan Shota Sometani. Keduanya telah membangun chemistry yang kuat selama bertahun-tahun.
Hubungan kakak-adik dalam drama ini tidak selalu diungkapkan lewat dialog panjang. Justru melalui tatapan dan keheningan, penonton dapat merasakan beban masa lalu yang masih mereka pikul.
Masaki Okada mengatakan:
“Saya merasa ini adalah karya yang membuat penonton benar-benar merasakan arti dari rasa sakit. Setiap orang membawa luka masing-masing dalam hidupnya, dan kedua saudara ini memikul masa lalu yang begitu berat hingga waktu seakan berhenti bagi mereka. Kami membuat drama ini dengan tujuan menuju harapan, dan saya berharap penonton dapat ikut menyaksikan perjalanan mereka sambil merasakan harapan tersebut.”
Sementara itu, Shota Sometani menambahkan:
“Peristiwa pembunuhan orang tua yang telah melewati masa penuntutan membuat waktu bagi kedua saudara ini seolah berhenti. Bagaimana mereka bisa kembali menjalani hidup adalah salah satu fokus cerita. Di sisi lain, melalui berbagai kasus yang mereka tangani sebagai aparat penegak hukum, mereka juga berhadapan dengan beragam sisi kemanusiaan yang perlahan terhubung dengan kehidupan mereka sendiri.”
Baca Juga:
Kilas Balik Karier Ryunosuke Kamiki, Aktor Cilik Jepang yang Sudah Menikah
Mencari Makna Cinta dalam Kasus yang Tak Bisa Diadili
Produser Junko Arai menjelaskan bahwa meskipun drama ini dipasarkan sebagai serial kriminal misteri, inti ceritanya sebenarnya adalah tentang cinta—cinta antara saudara, cinta keluarga, dan makna cinta dalam arti yang lebih luas.
Kedua saudara tersebut hidup dengan luka yang tak pernah benar-benar sembuh, tetapi mereka tetap memilih untuk membantu orang lain.
Keputusan mereka menjadi bagian dari penegak hukum bukan semata-mata karena keinginan membalas dendam. Mereka juga ingin membantu orang-orang yang mengalami penderitaan serupa. Bagi mereka, itulah cara untuk terus melangkah dalam kenyataan yang tidak bisa diubah.
Dalam setiap penyelidikan, mereka berhadapan dengan berbagai kisah kehidupan dan kematian. Perlahan, mereka menemukan hubungan serta ikatan emosional yang selama ini tersembunyi. Kisah-kisah itu mungkin tidak berhubungan langsung dengan masa lalu mereka, tetapi tanpa disadari sering kali mencerminkan luka yang masih mereka bawa.
Masaki Okada, yang selama ini dikenal dengan citra rapi dan lembut, menampilkan sisi yang lebih keras dan penuh obsesi dalam drama ini. Karakter tersebut terasa sangat cocok dengannya.
Sementara itu, Shota Sometani kembali menunjukkan kekuatan aktingnya yang mampu membuat dialog sederhana terasa begitu menyentuh.
Di lokasi syuting, keduanya kerap terlihat akrab dan nyaman satu sama lain, menghadirkan suasana yang benar-benar menyerupai hubungan saudara kandung.
Ketika Luka Tak Bisa Dilepaskan
Saat menonton TAGUSARI bros., sebagian penonton mungkin akan teringat pada Ties of Shooting Stars. Keduanya sama-sama mengangkat kisah saudara yang menyaksikan orang tua mereka dibunuh dan tumbuh dengan tekad mencari kebenaran.
Ketika hukum menyatakan sebuah kasus telah berakhir, apakah itu berarti semuanya benar-benar selesai?
Bagi mereka yang ditinggalkan, pertanyaan yang tak pernah terjawab dan perasaan yang belum terselesaikan tidak serta-merta menghilang. Kehilangan bukanlah sesuatu yang terjadi hanya dalam satu momen.
Dan ketika sebuah luka tidak bisa benar-benar dilepaskan, satu-satunya pilihan yang tersisa adalah belajar hidup berdampingan dengannya.



