Padahal Tidak Ada Beruang di Chiba, Namun Reeves’s Muntjac Malah Menimbulkan Masalah

Table of Contents

Di Prefektur Chiba yang tidak memiliki populasi beruang, justru muncul berbagai masalah akibat hewan liar lain, yakni Reeves’s Muntjac. Apa sebenarnya yang terjadi? Mari kita simak bersama.

Populasi Reeves’s Muntjac Meningkat Pesat di Prefektur Chiba

Tahun ini Jepang banyak dilanda masalah akibat serangan beruang tetapi di Prefektur Chiba, masalah justru disebabkan oleh Reeves’s Muntjac (Muntjak). Di Jepang, hewan ini dikategorikan sebagai spesies asing tertentu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Reeves’s Muntjac sering muncul dalam jumlah besar di kawasan perkotaan dan sekitar permukiman di wilayah selatan Prefektur Chiba.

Menurut warga setempat, muntjak-muntjak ini tidak takut pada manusia, bahkan secara aktif mendekati area kehidupan manusia seperti halaman belakang rumah.

Masalah terbesar yang ditimbulkan oleh banyaknya muntjak adalah kerusakan terhadap tanaman pertanian. Mereka memakan tunas muda tanaman. Yang terdampak bukan hanya kebun rumah tangga terbuka. Bahkan tanaman yang ditanam di rumah kaca, seperti perkebunan stroberi, juga menjadi sasaran.

Reeves’s Muntjac menabrak kaca dan sekat plastik rumah kaca, lalu memakan bibit tanaman. Selain itu, suara teriakan muntjak sangat keras dan mirip jeritan manusia, sehingga kebisingan yang ditimbulkannya juga sangat menyiksa warga.

Baca Juga:

Serangan Beruang Terus Terjadi di Jepang! Wakil Ketua Dewan Kota Shakotan Bikin Marah Para Pemburu

Mengapa Prefektur Chiba Memiliki Begitu Banyak Reeves’s Muntjac?

Pada awalnya, Prefektur Chiba tidak memiliki Reeves’s Muntjac. Namun, pada periode Showa tahun 30–60-an (sekitar 1955–1985), muntjak yang didatangkan ke sebuah kebun binatang di Kota Katsuura beberapa kali melarikan diri dan masuk ke dalam rantai ekosistem alam setempat, lalu terus berkembang biak hingga beberapa tahun terakhir.

Menurut data, pada tahun 2014 jumlah muntjak yang hidup di Prefektur Chiba sekitar 39.000 ekor, tetapi pada tahun 2024 jumlahnya melonjak drastis menjadi 94.000 ekor.

Dari yang awalnya hanya di Kota Katsuura, kini keberadaan muntjak liar telah dikonfirmasi di total 18 kota dan wilayah administratif di seluruh Prefektur Chiba.

Mengapa Muntjak di Prefektur Chiba Bisa Berkembang Biak Begitu Pesat?

Menurut para ahli, muntjak memang merupakan hewan dengan kemampuan reproduksi yang sangat tinggi. Hanya dalam waktu setengah tahun mereka sudah dapat tumbuh menjadi individu yang mampu berkembang biak.

Ditambah lagi, musim dingin di Prefektur Chiba relatif hangat dan tersedia cukup rumput sebagai sumber makanan.

Yang terpenting, tidak adanya musuh alami. Prefektur Chiba kekurangan predator besar seperti beruang yang dapat menekan populasi muntjak, sehingga jumlah mereka terus meningkat pesat.

Pemerintah Mengambil Langkah untuk Mengatasi Perkembangbiakan Mutntjak

Menghadapi situasi ini, Pemerintah Prefektur Chiba telah mengambil berbagai langkah, termasuk memberikan hadiah sekitar 7.000 yen per ekor dengan harapan dapat menekan pertumbuhan populasi muntjak melalui perburuan dan penangkapan.

Karena muntjak tidak termasuk dalam daftar satwa yang boleh diburu berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Burung dan Satwa Liar, maka saat ini penangkapan muntjak sebagian besar masih mengandalkan jebakan.

Pemerintah daerah juga meneliti jenis umpan yang disukai muntjak guna meningkatkan efisiensi penangkapan.

Di tahun 2025 yang dipenuhi masalah akibat beruang, Prefektur Chiba justru menghadapi tantangan hewan liar yang sama sekali berbeda dari daerah lain.

Bagaimana manusia dan satwa liar dapat hidup berdampingan tanpa saling merugikan akan selalu menjadi persoalan yang harus dipecahkan oleh pemerintah.

Share Postingan Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest