Kisouten Guy, Berawal dari Ide Kreatif Dua Siswi SMA

Table of Contents

Di Jepang, ada banyak kreator dengan berbagai pendekatan. Ada yang langsung mewujudkan ide mereka melalui DIY menjadi bentuk nyata, sementara ada juga yang hanya membagikan konsep kreatif mereka sambil menunggu “sosok yang tepat” menemukan dan mewujudkannya.

Dalam artikel ini, kita akan memperkenalkan akun media sosial “奇想天Guy (Kisouten Guy)” yang dikelola oleh dua siswi SMA. Mereka secara khusus membagikan berbagai ide menarik hasil pemikiran mereka sendiri. Mari kita lihat lebih dekat kreativitas mereka!

Ide Kreatif dari Dua Siswi SMA

Kisouten Guy memiliki akun di platform X dan Instagram. Akun ini didirikan oleh dua siswi SMA asal Jepang (keduanya masih berstatus siswa saat akun dibuat dan telah lulus pada tahun 2026). Mereka secara rutin membagikan berbagai ide kreatif, yang sebagian besar berfokus pada barang sehari-hari dan mainan kapsul (gacha).

Setiap kali mereka membagikan ide gacha, banyak netizen yang berkomentar, “Semoga ini benar-benar diproduksi!” Selain sebagai wadah untuk menyalurkan ide-ide mereka yang terus mengalir, salah satu tujuan mereka membuat akun ini adalah agar ide-ide tersebut dapat dilirik oleh produsen dan diwujudkan menjadi produk nyata.

Meski hingga saat ini ide mereka belum benar-benar diproduksi massal, dalam pameran kelulusan SMA, mereka sempat mewujudkan salah satu ide yang pernah dipublikasikan di media sosial, yaitu kursi berbentuk omurice (nasi omelet).

Ide ini berasal dari permainan kata dalam bahasa Jepang: “omurice” (オムライス) memiliki akhiran bunyi “isu”, yang sama dengan kata “kursi” (いす). Gabungan keduanya menghasilkan nama unik “omura-isu” (オムラ椅子).

Baca Juga:

Funakawa, Ilustrator Sekaligus Seniman Wood Carving Ciptakan Karakter Lucu dan Menggemaskan dari Kayu

Rambu Lalu Lintas “Curhatan” Pekerja

Seri ide gacha “仕事の道路標識” dirancang sebagai aksesori meja kerja yang mencerminkan suara hati para pekerja kantoran. Bentuknya dibuat menyerupai rambu lalu lintas umum, tetapi isi tulisan atau simbolnya terasa sangat relevan bagi kehidupan kerja.

Contohnya, pada rambu “STOP” tertulis “サービス残業” (lembur tanpa bayaran), yang berarti seharusnya berhenti melakukan lembur tanpa kompensasi. Sementara rambu “boleh lewat” bertuliskan “プライベート優先” (prioritaskan kehidupan pribadi), yang menyampaikan pesan untuk pulang tepat waktu dan menikmati waktu setelah kerja.

Kursi yang Ingin Duduk

Kursi yang selalu diduduki manusia—siapa sangka, mungkin mereka juga ingin duduk dan beristirahat? Ide gacha ini mempersonifikasikan kursi menjadi “kursi yang sedang duduk”.

Konsepnya yang unik dan menggemaskan membuat banyak orang berharap ide ini benar-benar diproduksi. Menariknya, ide ini juga pernah memenangkan penghargaan dalam kompetisi pameran gacha tahun 2025.

Kaktus yang Malas

Nama seri ini berasal dari permainan kata antara “サボテン” (kaktus) dan “サボる” (bermalas-malasan), menghasilkan istilah “サボってん”. Setiap kaktus dalam seri ini digambarkan memiliki sifat seperti manusia yang sedang bermalas-malasan: ada yang diam-diam merokok, ada yang bermain ponsel saat kerja paruh waktu, hingga ada yang mendengarkan musik saat bekerja.

Permen Lolipop Hewan yang Melingkar

Ide ini menggabungkan ciri khas bagian tubuh hewan dengan bentuk lolipop yang melingkar, menghasilkan gantungan berbentuk hewan yang unik.

Misalnya, belalai gajah yang melingkar seperti permen, leher jerapah yang melingkar, hingga tubuh ular yang tergulung menjadi satu. Setiap desain terlihat kreatif sekaligus menarik perhatian.

Miniatur Rumah Berbentuk Makanan

Seri “食べものの家 -miniature house-” menghadirkan model rumah dengan bentuk makanan seperti roti, keju, apel, yakiniku, hingga es loli. Jika benar-benar diproduksi, miniatur ini pasti akan terlihat sangat lucu saat dipajang.

Menantikan Masa Depan yang Bisa Terwujud

Kedua pengelola “奇想天Guy” kini telah memiliki pekerjaan masing-masing setelah lulus. Meski akun ini dibuat saat mereka masih SMA, mereka tetap aktif mengunggah ide-ide baru.

Mereka juga berharap suatu hari nanti ada produsen gacha yang tertarik untuk bekerja sama dan mewujudkan ide-ide mereka menjadi produk nyata di pasaran.

Share Postingan Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest