Mengapa Artis Mengumumkan Permintaan Maaf atau Pernikahan dengan Tulisan Tangan? Memahami Budaya Jepang Lebih Dekat

Table of Contents

Bagi kamu yang mengikuti budaya Jepang, pasti sudah tidak asing melihat artis Jepang mengumumkan hal penting seperti permintaan maaf atau pernikahan melalui surat tulisan tangan.

Selain itu, dalam berbagai perayaan, banyak orang Jepang masih mengirim kartu ucapan tulisan tangan kepada keluarga dan teman, bahkan perusahaan juga mengirim kartu ucapan tahun baru kepada klien penting.

Di era modern yang serba digital ini, mengapa Jepang masih mempertahankan budaya tulisan tangan? yuk, cari tahu alasannya melalui artikel berikut ini.

Budaya Tulisan Tangan di Jepang

Budaya menulis tangan yang membutuhkan waktu dan perhatian lebih berasal dari kebiasaan orang Jepang yang sangat menghargai perasaan orang lain dan cara menyampaikan ketulusan.

Meskipun banyak hal sudah terdigitalisasi, untuk hal-hal yang dianggap penting dan perlu disampaikan dengan serius, orang Jepang tetap memilih tulisan tangan.

Mempertimbangkan Perasaan Orang Lain

Menulis bukanlah hal yang bisa dilakukan sembarangan bahkan bagi orang yang terbiasa menulis sekalipun. Penulis harus memikirkan isi yang sesuai untuk penerima, menggunakan bahasa Jepang yang sopan (keigo) dengan benar, lalu meluangkan waktu untuk menuliskannya di atas kertas.

Di zaman yang serba cepat ini, menerima surat tulisan tangan benar-benar membuat kita merasakan ketulusan dari pengirimnya.

Meningkatkan Kesan Baik

Setelah berkomunikasi lewat telepon atau email, mengirim surat tulisan tangan menunjukkan bahwa kita meluangkan waktu khusus untuk orang tersebut.

Dalam dunia bisnis Jepang, mengirim surat ucapan terima kasih, atau dalam hubungan pribadi seperti kepada keluarga pasangan atau antar pasangan, dapat meningkatkan kesan baik di mata penerima.

Baca Juga:

Kenapa Tidak Boleh Bertato saat Berendam di Onsen ?

Contoh Budaya Tulisan Tangan di Jepang

1. Riwayat Hidup (CV)

Salah satu contoh paling terkenal adalah CV tulisan tangan saat melamar pekerjaan. Perusahaan menggunakan CV sebagai kesan pertama terhadap pelamar. Dari sana dapat terlihat karakter dan kemampuan pelamar.

Tidak hanya isi yang harus tepat, tetapi juga penggunaan bahasa dan etika bisnis Jepang harus diperhatikan. Bahkan, CV tidak boleh memiliki bekas coretan atau koreksi. Ini mencerminkan perhatian orang Jepang terhadap detail.

Jika seseorang menerima beberapa tawaran kerja dan memilih satu, biasanya ia akan menulis surat tangan untuk menolak tawaran dari perusahaan lain sebagai bentuk rasa hormat dan ketulusan.

2. Surat Permintaan Maaf

Ketika terjadi kesalahan atau masalah yang merepotkan orang lain, meskipun saat ini bisa meminta maaf lewat email atau telepon, untuk kasus yang serius orang Jepang cenderung memilih surat tulisan tangan.

Bahkan, jenis kertas, warna, dan tata cara penulisan juga memiliki aturan tersendiri agar penerima benar-benar merasakan ketulusan permintaan maaf tersebut.

3. Kartu Ucapan Tahun Baru

Tahun baru adalah salah satu perayaan terpenting di Jepang, dan mengirim kartu ucapan (nengajō) merupakan tradisi yang sangat penting. Ini adalah salah satu bentuk surat tulisan tangan yang paling sering digunakan.

Karena berisi doa dan harapan untuk tahun baru, ada banyak aturan dalam penulisannya. Dengan perkembangan teknologi percetakan, kartu kini juga dihiasi gambar menarik sesuai tema, sehingga selain merasakan kehangatan tulisan tangan, penerima juga bisa melihat usaha dalam memilih kartu tersebut.

Cobalah Menulis Kartu untuk Orang yang Kamu Hargai

Sekarang kamu sudah lebih mengenal budaya tulisan tangan di Jepang. Jika kamu memiliki teman atau orang terdekat yang menyukai budaya Jepang, cobalah memberikan kartu tulisan tangan pada momen spesial sebagai bentuk perhatian dan ketulusan.

Share Postingan Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest