Pameran Marie Antoinette Style di Yokohama Dibuka Agustus!

Table of Contents

Mulai 1 Agustus, Pameran Marie Antoinette Style akan digelar di Yokohama Museum of Art. Pameran ini menjadi acara yang tidak boleh dilewatkan bagi para penggemar The Rose of Versailles.

Victoria and Albert Museum (V&A) di London mengadakan pameran bertema “Gaya Marie Antoinette”, yang meninjau kembali pengaruh mendalam sang “ratu paling modis dalam sejarah”, Marie Antoinette, sejak memasuki istana Prancis pada tahun 1770 hingga era modern—meliputi seni, desain, interior, film, dan berbagai bidang lainnya.

Pameran ini menampilkan lebih dari 250 koleksi, termasuk perhiasan, furnitur, dan keramik yang berkaitan langsung dengan Marie Antoinette, serta banyak koleksi dari Palace of Versailles yang belum pernah dipamerkan sebelumnya.

Melalui perpaduan benda-benda pameran dan kisah hidupnya, pengunjung diajak untuk mengenal kembali sosok ratu Prancis yang penuh legenda ini.

Pameran yang sangat dinantikan ini akan resmi dibuka di Yokohama pada Agustus 2026, memberikan kesempatan bagi pengunjung Jepang untuk merasakan langsung estetika mewah Versailles yang melintasi zaman.

Berikut adalah sorotan utama pameran “Gaya Marie Antoinette”, yang memperlihatkan bagaimana seorang putri Austria memimpin tren istana Prancis abad ke-18 dan terus memengaruhi mode serta budaya populer hingga kini.

Putri Muda yang Mengubah Mode Abad ke-18

Marie Antoinette (1755–1793), seorang putri Austria, menikah ke Prancis pada musim semi 1770 saat berusia 14 tahun sebagai calon ratu. Ia membawa perspektif estetika baru ke istana Prancis dan memberi pengaruh besar pada industri mewah masa Louis XVI, terutama di bidang mode dan tekstil.

Pada masa itu, Prancis tidak hanya memiliki pengaruh global melalui kolonialisme, tetapi juga menjadi pusat budaya dunia. Dalam konteks ini, Marie Antoinette berani menantang tradisi istana yang kaku dan rumit, serta mengekspresikan ideal dan estetikanya dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam pameran akan ditampilkan gaun istana formal abad ke-18 “robe à la française”, serta kain sutra mewah “Chine Silk” yang menjadi favorit sang ratu—teknik yang menyerupai “kasuri” Jepang dan mencerminkan puncak keahlian tekstil Prancis.

Gaya Rambut Tinggi dan Budaya Istana yang Berlebihan

Selain busana, budaya rambut besar dan mewah menjadi simbol khas istana abad ke-18. Gaya rambut tinggi dan hiasan mencolok yang dirancang oleh Léonard Autié dan Rose Bertin menjadi tren di kalangan wanita istana.

Bahkan, tren ini sering disindir dalam karikatur yang menggambarkan rambut wanita seperti taman, kapal, atau bangunan besar—menunjukkan kemewahan berlebihan kaum aristokrat.

Skandal “Kalung Berlian” yang Meruntuhkan Reputasi

Pameran ini juga mengangkat peristiwa terkenal Affair of the Diamond Necklace yang merusak reputasi Marie Antoinette. Meski ia tidak terlibat langsung, publik tetap menganggapnya simbol kemewahan dan pemborosan.

Ditampilkan pula berlian yang diyakini bagian dari kalung tersebut, dengan batu utama sekitar 15 karat yang berasal dari Golconda, India, terkenal akan kejernihan dan kilaunya.

Kebangkitan Kembali Tren “Marie Antoinette” di Abad ke-19

Bahkan setelah wafat, Marie Antoinette tetap terus memengaruhi generasi berikutnya.

Dipimpin oleh Permaisuri Eugénie (1826–1920), para pendukung monarki di abad ke-19 mulai mengenang dan kembali mengagungkan gaya sang ratu.

Permaisuri yang berasal dari Spanyol dan menikah ke dalam keluarga kerajaan Prancis ini merasakan kedekatan dengan Marie Antoinette yang juga merupakan “orang asing” di istana Prancis.

Ia bahkan menjadikan gaya Marie Antoinette sebagai referensi dalam membentuk citranya sendiri, sehingga memicu kembali tren rok berpenyangga (crinoline).

Di sisi lain, kaum borjuis pada masa itu meniru gaya Marie Antoinette dalam busana dan dekorasi interior untuk menunjukkan status sosial dan selera mereka. Tren ini juga mendorong pengumpulan besar-besaran benda-benda koleksi yang berkaitan dengan sang ratu di berbagai belahan dunia.

Busana mewah Marie Antoinette juga menjadi tema kostum yang sangat populer dalam pesta topeng, bahkan kerap dijadikan inspirasi tokoh dalam berbagai cerita. Melalui banyaknya publikasi, citranya pun menyebar luas ke seluruh dunia. Hingga awal abad ke-20, Marie Antoinette beserta estetika yang diwakilinya telah menjadi ikon klasik yang tertanam kuat di benak masyarakat.

“Gaya Marie Antoinette” yang terus memengaruhi mode dan budaya populer modern

Di abad ke-21, sosok Marie Antoinette—yang dikenal karena kemewahan sekaligus kisah tragisnya—masih terus memberikan pengaruh pada dunia mode dan budaya populer.

Pameran ini juga menampilkan bagaimana para kreator modern menafsirkan kembali estetika klasik sang ratu melalui karya-karya di bidang fashion, desain, film, dan musik.

Cake Dress dari Moschino

Brand fesyen Italia Moschino dalam koleksi Fall/Winter 2020–21 menghadirkan kembali gaya Marie Antoinette melalui wig besar berwarna pastel, gaun mini dengan rok penyangga, hingga “Cake Dress” (gaun kue) yang ikonik.

Desainernya, Jeremy Scott, juga bermain dengan kutipan terkenal sang ratu dengan menuliskan: “CAKE! CAKE! CAKE! LET THEM EAT MOSCHINO!”

Menariknya, gaun yang tampak seperti kue krim ini sebenarnya dibuat dari bahan silikon, mencerminkan ciri khas Moschino yang penuh humor dan nuansa teatrikal.

Vivienne Westwood dan Gaya Istana Modern

Dalam pameran ini juga ditampilkan gaun dengan rok penyangga dari koleksi Spring/Summer 1996 karya Vivienne Westwood, serta karya dari desainer seperti Erdem dan Andrea Grossi.

Melalui siluet dan material modern, para desainer ini menafsirkan kembali kemewahan estetika Istana Versailles abad ke-18, sekaligus menunjukkan bagaimana “gaya Marie Antoinette” tetap memengaruhi dunia mode selama lebih dari 250 tahun.

Pesona Marie Antoinette dalam Karya Film dan Televisi

Kisah hidup Marie Antoinette telah diangkat dalam lebih dari 30 film dan serial televisi, serta kerap muncul dalam teater dan video musik.

Salah satu yang paling terkenal adalah film Marie Antoinette yang disutradarai oleh Sofia Coppola dan dibintangi oleh Kirsten Dunst. Film ini memicu perhatian besar setelah dirilis.

Dengan memadukan elemen modern seperti sepatu hak tinggi, macaron, dan musik pop, film ini menghadirkan kembali dunia Istana Versailles abad ke-18 secara segar, serta meraih penghargaan Best Costume Design di ajang Academy Awards ke-79.

Dalam pameran ini, kostum ikonik dari film tersebut juga akan dipamerkan, memungkinkan pengunjung merasakan langsung keindahan estetika istana yang penuh imajinasi.

Oscar dari The Rose of Versailles

Pameran ini juga menghadirkan kolaborasi khusus dengan manga klasik The Rose of Versailles.

Karya mangaka Riyoko Ikeda ini berlatar era Revolusi Prancis, mengisahkan sosok Oscar—wanita berpenampilan pria—bersama Marie Antoinette. Manga ini menjadi salah satu karya klasik yang memperkenalkan banyak orang pada Istana Versailles dan sejarah Revolusi Prancis.

Karena itu, dalam pameran ini, tokoh Oscar dihadirkan sebagai “kapten pendukung pengawal” yang menemani pengunjung menjelajahi dunia mewah Marie Antoinette.

Merchandise Kolaborasi Terbatas Bertema “Marie Antoinette Style”


Selain pameran, Marie Antoinette Style Exhibition juga menghadirkan berbagai merchandise edisi terbatas yang membawa kemewahan dan keanggunan Versailles abad ke-18 ke dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari saputangan renda, kotak hadiah manisan, hingga kaleng biskuit elegan—setiap produk mengusung estetika romantis khas Marie Antoinette, penuh nuansa istana yang mewah. Cocok untuk koleksi maupun hadiah.

Saputangan Renda kolaborasi Chikazawa Lace

Berkolaborasi dengan toko legendaris Yokohama, Chikazawa Lace, dihadirkan saputangan renda bordir edisi terbatas dengan motif elegan Marie Antoinette pada seri populer “Old Rose”, tersedia dalam warna biru dan peach pink.

Kaleng Biskuit Edisi Aoyama Decarbo

Aoyama Decarbo menghadirkan kaleng biskuit bebas gluten berbahan nabati dengan rasa teh, terinspirasi dari Istana Versailles dan seni dekoratif abad ke-18. Di dalamnya juga terdapat gantungan berbentuk lampu gantung berwarna biru atau pink secara acak.

Kotak Dessert Prancis dari Ladurée

Toko manisan legendaris Paris Ladurée (berdiri sejak 1862) merilis kotak edisi terbatas hasil kolaborasi dengan V&A. Berisi 8 kue financier dan madeleine, menghadirkan kembali keanggunan dessert khas istana Prancis.

Informasi Pameran “Marie Antoinette Style”

  • Pameran: Marie Antoinette Style
  • Periode: 1 Agustus 2026 – 23 November 2026 (hari libur nasional)
  • Jam buka: 10.00–18.00 (21 & 22 November hingga 20.00)
  • Hari tutup: Setiap Kamis (tetap buka pada 13 Agustus, 24 September, 19 November)
  • Lokasi: Yokohama Museum of Art
  • Alamat: 3-4-1 Minato Mirai, Nishi-ku, Yokohama, Kanagawa
  • Harga tiket:
    • Presale: Dewasa ¥2.300 | Mahasiswa ¥1.400 | SMP/SMA ¥800
    • On the spot: Dewasa ¥2.500 | Mahasiswa ¥1.600 | SMP/SMA ¥1.000
  • Pembelian tiket: situs resmi pameran, ART PASS, aplikasi Nabi Ticket, Asoview!, Seven Ticket, e+

Dari gaun mewah Istana Versailles abad ke-18 hingga haute couture di runway modern, dari sosok ratu tragis di masa Revolusi Prancis hingga ikon fashion abadi dalam budaya populer—pesona Marie Antoinette terus bersinar melintasi zaman.

Pameran Marie Antoinette Style bukan sekadar kilas balik kehidupan seorang ratu, melainkan perjalanan estetika selama 250 tahun.

Jika kamu pernah terpesona oleh kemegahan Versailles, atau tertarik pada dunia fashion, seni, dan sejarah, pameran ini layak untuk dikunjungi dan dirasakan langsung pesona “Gaya Marie Antoinette” yang masih memikat dunia hingga kini.

Share Postingan Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest