Apa itu “Twisting-Twisting”? Dari namanya saja, mungkin terdengar tidak semenakutkan legenda urban lainnya. Namun sebenarnya, ia sosok yang sangat menyeramkan dan ditakuti di pedesaan Jepang.
Penampakannya biasanya berwarna putih dan sering muncul di area persawahan saat musim panas atau di dekat sumber air. Ciri khas utamanya adalah tubuhnya yang terus berputar dan bergerak dengan cara yang tidak menyerupai manusia maupun makhluk hidup pada umumnya.
Hal paling mengerikan, yaitu siapa pun yang melihat “Twisting-Twisting” dan menyadari bahwa itu bukan sesuatu yang normal, mereka akan mulai tertawa tanpa henti, lalu tubuhnya ikut berputar seperti makhluk tersebut, dan perlahan-lahan “terasimilasi” menjadi sama seperti itu.
Mengapa Tiba-Tiba Menghilang?
お気付きになられただろうか…
都市伝説「くねくね」の正体は、性的だと叩かれ、人里を追われたキャラクター達の成れの果てだったのです… pic.twitter.com/9JiqYJGNyy— 木賃ふくよし(芸名) @ 寿烏丸るみの中身 (@wb_opus_1) January 30, 2024
Meski “Twisting-Twisting” sempat menjadi urban legend yang menakutkan dan ramai dibicarakan di berbagai forum Jepang sekitar tahun 2000, tetapi belakangan ini kisahnya menghilang tanpa jejak.
Namun, alasan di balik “hilangnya” makhluk ini justru cukup mengundang senyum. Berikut beberapa penjelasan dari netizen Jepang:
Ada yang mengatakan bahwa populasi “Twisting-Twisting” sebenarnya sudah menurun akibat limbah industri dan penggunaan pestisida. Lalu, sejak Jepang memperkenalkan udang karang Amerika, ekosistem semakin terganggu, sehingga sosok ini pun ikut terancam punah.
Netizen lain juga menyebut bahwa tokoh urban legend Jepang lain, Kankandara, juga belakangan terancam punah karena banyaknya pemasangan panel surya di pedesaan Jepang.
Baca Juga:
Mitos dan Takhayul Apa Saja yang Ada di Jepang? (Part 1)
Legenda Urban Yang Menghilang Seiring Perkembangan Zaman
Meskipun alasan-alasan yang diberikan terdengar menarik dan sedikit jenaka, sebenarnya hal ini juga memunculkan refleksi tersendiri. Budaya tradisional Jepang maupun lanskap pedesaan yang dulu khas, kini perlahan menghilang akibat pembangunan dan modernisasi.
Bersamaan dengan itu, ruang bagi imajinasi dan lahirnya cerita-cerita unik seperti urban legend pun ikut berkurang. Tentunya, ini menjadi sesuatu yang terasa cukup disayangkan.




